Virus Corona Jateng
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang: New Normal Jangan Dianggap Bebas Sebebas-bebasnya
Pemerintah Kota Semarang mewacanakan tatanan new normal setelah berakhirnya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang mewacanakan tatanan new normal setelah berakhirnya penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PKM).
Menanggapi wacana tersebut, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif meminta masyarakat tidak beranggapan bahwa new normal merupakan tatanan baru yang bebas dan tak mengindahkan protokol pencegahan covid-19.
Menurutnya, saat Kota Semarang menerapkan new normal, masyarakat harus tetap menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas.
• BREAKING NEWS: Tanah Longsor Tutup Tol Ungaran Arah Semarang, Kendaraan Keluar di Exit Toll Ungaran
• BREAKING NEWS: Mati Lampu Terjadi di Sebagian Wilayah Jawa Tengah
• Ini 16 Daerah yang Alami Mati Lampu di Jateng pada Sabtu Tengah Malam
• Mantan Perwira TNI Ruslan Buton yang Minta Jokowi Mundur Kini Ditahan, Terancam Penjara 6 Tahun
Tujuannya, agar kegiatan masyarakat tetap berjalan namun tidak terjadi penularan virus.
"Jangan anggap tatanan new normal itu tatanan baru bebas sebebas-bebasnya.
Harus benar-benar mengurangi risiko penularan dan melakukan pencegahan penularan karena virus itu tidak ada yang tahu keberadaannya.
Apalagi, saat ini belum ditemukan vaksinnya," terang Afif, Kamis (28/5/2020).
Politisi dari fraksi PKS ini pun mendukung upaya Pemerintah Kota Semarang dan memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi kasus Covid-19 di Kota Lunpia, termasuk kebijakan PKM yang selama ini berjalan.
"Kami mendukung dan memberikan apreaiasi terhadap apa yang selama ini dilakukan Pemkot.
Kebijakan PKM, tidak PSBB, itu juga bagian dari ikhtiar yang hasilnya pun ada," katanya.
Adapun wacana penerapan new normal ini, Afif berharap Pemerintah Kota Semarang benar-benar mempersiapkan secara matang.
Sebelum diterapkan, Pemkot diharapkan bisa membuktikan bahwa transmisi covid-19 di Kota Semarang sudah terkendali.
Pemkot juga harus terus melakukan upaya-upaya pencegahan.
Pelibatan masyarakat dalam hal ini juga sangat diperlukan agar mereka memiliki peran aktif dalam pengendalian dan pencegahan.
Dengan demikian, diharapkan dapat mengurangi risiko penularan.