Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Fenomena Bulan Bercincin, Ini Penjelasan LAPAN RI

Fenomena bulan bercincin dilaporkan para warganet di sejumlah media sosial pada Selasa (2/6/2020) malam.

Editor: galih permadi
NASA/APOD/Anthony Ayiomamitis (TWAN
Ilustrasi fenomena bulan bercincin. Cincin cahaya yang mengitari bulan disebut dengan halo. 

TRIBUNJATENG.COM -  Fenomena bulan bercincin dilaporkan para warganet di sejumlah media sosial pada Selasa (2/6/2020) malam.

Kemunculan fenomena ini banyak dilaporkan pengguna sosial media Instagram dari beberapa kota di Jawa Timur.

Fenomena alam ini pun banyak diabadikan oleh warganet di media sosial.

Penggotong Peti Jenazah Warga Klaten Baru Tahu Almarhum Dinyatakan Positif Corona di Semarang

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Tungku Peleburan Biji Besi Meledak, Ento Tewas Terlempar 10 Meter

Ini Penyebab Jumlah Pasien Positif RSUP Kariadi Semarang Mengalami Penurunan Pesat

Suasana Pernikahan Mualaf Fitria Yusuf Putri Jusuf Hamka Penjual Nasi Kuning dan Bos Perusahaan Tol

Unggahan soal bulan bercincin inipun langsung viral di medsos.

Salah satu warganet yang mengunggah fenomena ini adalah akun Instagram @agriztian

Kemunculan fenomena ini banyak dilaporkan pengguna sosial media Instagram dari beberapa kota di Jawa Timur.

Penampakan fenomena ini banyak mengundang reaksi, sebab kemunculannya berada di tengah kondisi pandemi corona yang melanda Indonesia saat ini.

Penjelasan Lapan

Fenomena bulan bercincin menurut Lapan merupakan fenomena yang biasa.

Fenomena bulan bercincin sama dengan yang terjadi pada matahari

"Itu (bulan bercincin) halo, sama dengan yang terjadi pada matahari," ujar Kepala Lembaga Antariksa dan Penerbangan Nasional ( Lapan) Thomas Djamaluddin saat dihubungi Kompas.com, Rabu (3/6/2020).

Fenomena halo pada matahari, biasanya muncul seperti cincin pelangi yang mengelilingi matahari.

Thomas mengatakan halo terjadi saat kristal es di awan Cirrus membiaskan cahaya matahari seperti prisma.

"Saat di awan tinggi terbentuk awan Cirrus yang dingin dengan kristal-kristal es, maka kristal es tersebut akan membiaskan cahaya bulan saat malam," jelas Thomas.

Pembiasan cahaya tersebut, kata dia, membentuk lingkaran berwarna seperti matahari.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved