Berita Pekalongan
Buka Kantor Baru di Pekalongan, Ini Harapan Direktur Utama PT BPR Sejahtera Artha Sembada
Membuka kantor baru di Jalan Raya Ahmad Yani 9 Pekuncen, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, PT BPR Sejahtera Artha Sembada menjadi salah sat
Penulis: Indra Dwi Purnomo | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Membuka kantor baru di Jalan Raya Ahmad Yani 9 Pekuncen, Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, PT BPR Sejahtera Artha Sembada menjadi salah satu BPR swasta pertama di Pekalongan yang berhasil dalam usaha pengentasan kemiskinan dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pemberian kredit di sektor rill.
Hal tersebut diungkapkan, Direktur utama BPR Sejahtera Artha Sembada (SAS) Yoyok Harmasto kepada Tribunjateng.com seusai meresmikan kantor baru BPR Sejahtera Artha Sembada, Kamis (4/6/2020).
"Awalnya BPR SAS ini berdiri tanggal 11 November 1995 di Weleri dengan nama BPR Swadarma Weleri, lalu pindah ke Kota Pekalongan dengan nama Sejahtera Artha Sembada dan pindah ke Kabupaten Pekalongan.
• Innalillahi Wa Innailahi Rojiun! Satpam Cantik yang Hilang Ditemukan Mengapung di Bengawan Solo
• Gara-gara Ini Kedai Kopi Milik WNI di Amerika Lolos dari Penjarahan Demo Kematian George Floyd
• Dalam 2 Hari 15 Orang Positif Corona di Solo Raya, Wonogiri Jebol, Sukoharjo 3 Besar Jateng
• Viral Fenomena Bulan Bercincin, Ini Penjelasan LAPAN RI
Awal tahun 2016 kita marger dengan BPR Citra Artha Nusa, dan BPR Wahana Artha Maju," kata Yoyok.
Menurutnya, PT BPR SAS dalam perkembangannya memiliki 1 kantor pusat, 5 kantor cabang, dan 4 kantor kas dengan aset di Januari 2016 awal marger Rp 54.744.270.567, kemudian tumbuh di tahun 2020 pada posisi bulan Maret Rp 140.288.886.243 dengan total karyawan sampai sekarang 155 orang.
"Semua kantor ada di Pantura dan kita mempunyai segmen pasar di Pantura."
"Diujung barat kita sudah mempunyai nasabah di Tegal.
Selatan perbatasan dengan Purbalingga, Salatiga, Wonosobo, dan sampai diperbatasan Lasem kita sudah ada nasabah.
Memang fokus kita yaitu di UMKM dan karena ini sesuai dengan arahan dari pemerintah," ujarnya.
Yoyok menjelaskan, keunggulan BPR SAS sendiri dengan BPR yang lainnya yaitu mempunyai produk yang spesifik seperti kantin mandiri KKM itu memang diharapkan betul-betul nasabah di pelosok desa.
"Yang kreditnya dari Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta.
Itu fokusnya kepada penjual pisang goreng atau pedagang kecil.
Itu kita kasih kredit dan itu nasabahnya perempuan yang siap mulai usaha," jelasnya.
Pihaknya menambahkan, dengan adanya gedung kantor baru ini diharapkan akan menambah semangat untuk dapat meningkatkan kinerja.
"Semoga apa yang sudah kita kerjakan ini dapat membantu pengembangan usaha mikro kecil dan menengah di seluruh wilayah kerja PT BPR Sejahtera Artha Sembada," tambahnya.