Berita Pati

Jalur Bukit Teletubbies Pati yang Viral karena Dipadati Pengunjung, Mulai Hari Ini Ditutup

Jalur beraspal mulus yang diapit tebing-tebing tinggi nan rindang tersebut atau Bukit Teletubbies Pati, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang

Penulis: Mazka Hauzan Naufal | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, PATI – Jalan alternatif yang menghubungkan Desa Kedumulyo dan Desa Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, dipadati manusia, Minggu (7/6/2020) kemarin.

Jalur yang membelah pegunungan karst Kendeng tersebut ramai setelah sempat viral di media sosial.

Jalur beraspal mulus yang diapit tebing-tebing tinggi nan rindang tersebut atau Bukit Teletubbies Pati, menjadi daya tarik tersendiri bagi orang-orang, baik yang sekadar ingin berfoto ria maupun bersepeda bersama rekan-rekan sekomunitas.

Menindaklanjuti adanya kerumunan yang begitu padat di lokasi tersebut, Bupati Pati Haryanto memerintahkan Kasatpol PP, Camat, dan Kepala Desa setempat untuk menutup jalur tersebut, Senin (8/6/2020).

Ada Popes di Tegal yang Sudah Mulai Didatangi Santrinya, Sukarno: Besok Baru Akan Kami Rapatkan

Presiden UFC Sepelekan Keputusan Conor McGregor yang Terlalu Sering Umumkan Diri Pensiun

Ini Alasan Sebenarnya Conor McGregor Pensiun dari UFC, Tak Seperti Kata-kata Manisnya di Twitter

Sambil Patroli, Bhabinkamtibmas di Kebumen Bagi-bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

Penutupan Jalan Alternatif Kedumulyo-Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Pati, Senin (8/6/2020).
Penutupan Jalan Alternatif Kedumulyo-Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Pati, Senin (8/6/2020). (Istimewa)

“Demi menghindari persebaran Covid-19, mulai hari ini sementara kita tutup. Sekalipun tren penularan corona di Pati sudah mulai landai dibanding daerah tetangga, kita tidak boleh gegabah. Harus hati-hati.

Jangan sampai muncul klaster penularan baru,” tegas Haryanto ketika diwawancarai Tribunjateng.com di Gedung DPRD Pati.

Menurut dia, jalur yang dikenal masyarakat dengan sebutan “Bukit Teletubbies” tersebut mulanya dibangun sebagai akses transportasi alternatif.

Karena indahnya pemandangan yang ada, didukung viralnya foto-foto dan video lokasi tersebut di media sosial, pengunjung kemudian berdatangan.

“Mungkin untuk melepas kejenuhan, masyarakat kemarin berdatangan sampai membludak. Namun, setelah saya cek, kebanyakan yang datang merupakan warga Kudus. Kalau orang Pati kan sudah biasa melalui jalur itu,” sebut dia.

Kepadatan manusia di Jalan Alternatif Kedumulyo-Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Pati, Minggu (7/6/2020).
Kepadatan manusia di Jalan Alternatif Kedumulyo-Tompegunung, Kecamatan Sukolilo, Pati, Minggu (7/6/2020). (Istimewa)

Ia menegaskan, pihaknya akan terus memantau lokasi tersebut untuk memastikan agar tidak ada lagi kerumunan orang yang mengabaikan protokol kesehatan.

Jalur tersebut akan dibuka kembali setelah situasi telah aman.

“Tunggu dulu. Saat ini semua wisata kan belum dioperasionalkan. Kita kan masih menunggu terkait pelaksanaan new normal. Jawa Tengah kan yang disetujui baru Tegal.

Yang lain baru melakukan kajian. Lagipula, kita kan harus berdasarkan rujukan provinsi.

Sementara kita baru menyiapkan new normal, termasuk membudayakan penggunaan masker,” tandas dia.

Dihubungi terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Pati Hadi Santosa menyebut, jalur Kedumulyo-Tompegunung telah diportal oleh kepala desa setempat.

Adapun tindakan selanjutnya menunggu perkembangan situasi.

“Pembatasan ini kami lakukan untuk mencegah kerumunan seperti kemarin,” ujar dia. (Mazka Hauzan Naufal)

Kader Partai Tolak Mundur Lawan Anak Jokowi, Purnomo: Saya Terenyuh

Harga Sepeda Balap United Edisi 2020, Mulai Rp 6 Jutaan

Kasus DBD di Banyumas Meningkat, Mencapai 209 Kasus Hingga Juni 2020

Menteri Malaysia Sebut Pesawat CN-235-220 Buatan Indonesia Lambat, Yenny Wahid Menjawab Kalem

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved