Breaking News:

Berita Tegal

Ini Alasan Pemkot Tegal Belum Mau Aktifkan Pembelajaran Tatap Muka

Pemerintah Kota Tegal saat ini sedang mempersiapkan konsep pembelajaran siswa secara online di masa new normal atau tatanan kehidupan baru.

Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUN JATENG/FAJAR BAHRUDDIN ACHMAD
Wakil Wali Kota Tegal Muhamad Jumadi. 

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Pemerintah Kota Tegal saat ini sedang mempersiapkan konsep pembelajaran siswa secara online di masa new normal atau tatanan kehidupan baru.

Meski sudah berstatus zona hijau dan diperbolehkan melangsungkan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kota Tegal berencana tetap melakukan pembelajaran dari rumah.

Rencananya, pembelajaran dari rumah tersebut akan menggunakan konferensi video atau webinar.

Gunungpati Berpotensi Terjadi Hujan, Inilah Prakiraan Cuaca Kota Semarang Menurut BMKG Hari Ini

Petaka Kumpul Kebo: Wanita Ini Dibunuh Kekasih Gelap di Kamar Kontrakan

Camat Ini Kaget Ketemu Wali Kota Hendi Patroli PKM Pakai Motor Sendirian Saat Pantau Keramaian

Wanita Ini Kepleset di Toilet Badannya Masuk ke Lubang Kloset Jongkok sampai Sedada

Wakil Wali Kota Tegal, Muhamad Jumadi mengatakan, alasan belum ditetapkannya waktu pembelajaran secara tatap muka di Kota Tegal karena pihaknya khawatir dengan besarnya potensi penyebaran virus corona atau Covid-19 kepada anak- anak.

Ia mengatakan, jika orang dewasa sudah paham dengan kewajiban memakai masker, jaga jarak, atau cuci tangan.

Berbeda dengan siswa jenjang pendidikan SD dan SMP sederajat yang jiwanya masih anak- anak.

Mereka masih susah diatur dan mesti dikontrol dalam hal physical distancing atau jaga jarak.

Menurut Jumadi, rencana pembelajaran online tersebut bisa hingga akhir 2020 atau hingga akhir pembelajaran semester pertama.

"Dari pada kita mengorbankan generasi muda, mending kita secara online. Tapi motode online yang kita benerin. Disiapkan infrastrukturnya. Karena di masa new normal ini, pandemi masih ada. Kita harus hati- hati dengan adanya gelombang kedua," ungkap Jumadi saat ditemui di rumah dinas, pada Selasa (9/6/2020).

Jumadi menilai, keputusan untuk menerapkan pembelajaran secara tatap muka tidak bisa mengandalkan gambling atau untung- untungan.

Ia mengaku tidak mau gegabah untuk memutuskan KBM bisa secara tatap muka.

Namun perlu dipikir berulang kali hingga betul- betul matang.

Menurut Jumadi, mengaktifkan pembelajaran secara tatap muka pun tidak bisa disamakan dengan pembukaan di tempat- tempat umum, seperti mal, pasar tradisional, dan objek wisata.

Ia mengatakan, di sekolah resikonya jauh lebih besar.

"Ini ada waktu Juni sampai Juli. Saya kira satu bulan lebih dari cukup kalau kita sama- sama punya itikad baik. Ini kesempatan bersama agar pembelajaran online bisa dilaksanakan," katanya. (fba)

Sakit Hati Dikatai Lelaki Tak Berguna, MY Bunuh Kekasih Gelapnya, KTP Mantan Suami sebagai Pengecoh

Vonny Cornellya Ngamuk Dituding sebagai Pelakor: Berani-beraninya Nulis Fitnah!

Peringati Hari Lingkungan, UNS Solo Gelar Gerakan Sehari Tanpa Emisi

Info Pemeliharaan Jaringan Listrik Mijen PLN ULP Boja, Rabu 10 Juni

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved