Berita Jateng
Menteri Basuki: Pengembangan Candi Borobudur Magelang Tak Tersentuh Penghematan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunda sejumlah pembangunan di masa pandemi virus corona Covid-19 ini.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: Daniel Ari Purnomo
Anggaran di proyek ini sekitar Rp 600 miliar dengan menambah 78 ribu tenaga kerja.
"Alat berat kami pinggirkan dulu."
"Lalu diganti dengan orang selama 2-3 bulan," tandasnya.
Prioritas selanjutnya yakni pembangunan food estate untuk mengembangkan sawah di Kalimantan Tengah.
Basuki menuturkan Food and Agriculture Organization atau Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) pengembangan sawah dipersiapkan untuk menghadapi krisis pangan serta kekeringan.
Di Kalteng itu ada lahan bekas seluas 1 juta hektare, dengan luasan 164 ribu hektare yang bukan gambut.
Sedangkan 85 ribu hektare masih berupa sawah karena sudah setiap tahun itu dikerjakan, tinggal memperbaiki sedikit jaringan irigasinya.
Kemudian, seluas 79 ribu hektare lahan sudah menyemak belukar tapi masih berupa sawah jadi tidak perlu sawah baru, tinggal membersihkannya.
"Kami harus menyiapkan itu. Lahan yang disiapkan untuk Food Estate ini bukan lahan gambut melainkan jenisnya aluvial," tegasnya.
Meski terjadi refocusing pada 4 prioritas pembangunan ini, ia menegaskan, pihaknya sama sekali tidak membatalkan program pembangunan, hanya saja ditunda.
(mam)
• Rizky Kinos: Dulu Nycta Gina Itu Selingkuhan Gue
• Warga Tak Mampu Beli Beras Bisa Minta Bantuan Langsung ACT Jateng Lewat Nomor Whatsapp 087714440300
• Marak Baliho Disinyalir Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati, Ini Tanggapan Ketua Bawaslu Sragen
• Video Ekspor Hasil Industri Kakao Batang Tertunda Karena Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/menteri-pupr-basuki-hadimuljono-di-semarang.jpg)