Berita Bulu Tangkis
Juara All England Praveen/Melati Dapat Bonus Ratusan Juta
Juara All England 2020 dari sektor ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mendapat bonus tambahan.
Penulis: Fachri Sakti Nugroho | Editor: abduh imanulhaq
Juara All England Praveen/Melati Dapat Bonus Ratusan Juta
TRIBUNJATENG.COM - Juara All England 2020 dari sektor ganda campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti mendapat bonus tambahan dari PB Djarum.
Praveen/Melati diguyur bonus dengan total Rp 450 juta.
Pemberian apresiasi ini diharapkan menjadi penyemangat tak hanya bagi Praveen/Melati namun juga para pebulutangkis lainnya, khususnya para pemain muda.
• Program Bayi Tabung, Asmirandah Umumkan Kehamilan Setelah 7 Tahun Pernikahan dengan Jonas Rivanno
• 23 ASN Disdikbud Pendukung Tiwi Jelang Pilkada Purbalingga 2020 Kena Sanksi Kode Etik
• Tembus Tim Utama Persib Bandung, Beckham Ingin Main Bareng Gian Zola di Pertandingan Resmi
• 1 PNS/ASN Pemkot Magelang Dinyatakan Positif Corona
"Ini merupakan bentuk komitmen dan dukungan PB Djarum kepada para atletnya."
"Untuk pertama kalinya dalam sejarah bulutangkis Indonesia, Praveen menjadi pemain Indonesia pertama yang menjuarai All England dengan pasangan yang berbeda," kata Ketua Umum PB Djarum, Yoppy.
Pada tahun 2016, Praveen juga meraih gelar juara All England bersama Debby Susanto.
Yoppy mengatakan bahwa besarnya harapan kepada mereka merupakan tantangan buat Praveen/Melati sebagai penerus Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.
Praveen/Melati diharapkan bisa mengekor prestasi yang diukir Tontowi/Liliyana, setelah gelar All England, mereka juga bisa merebut gelar juara dunia dan emas olimpiade.
"Ini jadi tantangan untuk dijawab oleh Praveen/Melati agar bisa jadi andalan untuk Indonesia dan PB Djarum, mudah-mudahan ini bisa memotivasi atlet PB Djarum baik yang sudah di pelatnas atau yang masih di klub," lanjut Yoppy.
Praveen/Melati yang merupakan pasangan rangking empat dunia ini naik podium juara di All England 2020 usai mengalahkan Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai (Thailand) dengan skor 21-15, 17-21, 21-8.
Namun di babak semifinal, Praveen/Melati sempat melewati pertandingan sengit melawan Wang Yi Lyu/Huang Dong Ping (Tiongkok) yang berakhir dengan skor 15-21, 21-19, 21-19.
"Sebetulnya penentuan itu di babak perempatfinal, kami kalah di game pertama dan di game kedua ketinggalan jauh 10-18 ketinggalan."
"Orang yang nonton mikirnya kami bakal kalah, tapi kaget waktu lihat skor lagi, kami bisa menyusul," jelas Praveen.
"Waktu itu saya bilang sama Mely (Melati), sebelum angka 21 kita belum kalah, ini jadi aura positif dan bisa nambah semangat kami, akhirnnya kami bisa," lanjutnya.
Praveen/Melati menyampaikan kegembiraan mereka atas apresiasi yang diberikan oleh PB Djarum.