Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Wabah Virus Corona

Pejabat WHO Sampaikan Pernyataan Membingungkan soal OTG Covid-19, Ini Klarifikasinya

Pejabat WHO mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau asimtomatik sangat jarang menularkan virus corona SARS-CoV-2 ke orang lain.

JOYCE ZHOU/REUTERS
Ilustrasi - Warga Hong Kong terlihat memakai masker bepergian di pulau Cheung Chau saat libur Paskah, di tengah merebaknya virus corona. Foto diambil pada 12 April 2020 

TRIBUNJATENG.COM - Belum lama ini, pejabat WHO mengatakan bahwa pasien Covid-19 yang tanpa gejala atau asimtomatik sangat jarang menularkan virus corona SARS-CoV-2 ke orang lain.

Pernyataan tersebut tentu saja membuat banyak kalangan bingung.

Karena, para pakar dan banyak bukti studi ilmiah mengatakan bahwa orang tanpa gejala ( OTG) corona sangat mungkin menularkan virus ke orang lain dan hal ini menjadi ancaman dalam penyebaran Covid-19.

1 Keluarga di Klaten Nekat Jemput Saudaranya di Semarang yang Positif Corona, Kini Berstatus OTG

Ini Tanggapan Istana Soal Komika Bintang Emon Diteror Setelah Bikin Video Kasus Novel Baswedan

Menikah dengan Ardi Bakrie, Ayahanda Larang Nia Ramadhani Buka HP dan Dompet Suami

Alfian Siswa SMP Tewas Dililit Ular Piton Raksasa 7 Meter, 2 Teman Berusaha Bantu Lepas Tapi Gagal

Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular AS pun mengatakan bahwa paparan virus corona yang tanpa gejala dialami oleh 25-45 persen kasus.

"Bukti menunjukkan bahwa 25 hingga 45 persen orang yang terinfeksi corona kemungkinan tidak memiliki gejala," kata Fauci kepada ABC News, pekan lalu (9/6/2020).

Fauci pun mengatakan, hasil riset epidemiologi menunjukkan bahwa OTG corona dapat menularkan virus ke orang lain kendati mereka tidak memiliki gejala.

Selain itu, hasil analisis terbaru yang dilakukan Scripps Research terkait data publik infeksi tanpa gejala atau asimtomatik juga menunjukkan hal serupa.

Peneliti mengungkap bahwa OTG memainkan peran penting dalam penyebaran awal virus corona SARS-CoV-2 yang bertanggung jawab atas penyakit Covid-19.

Hasil analisis menunjukkan, presentase OTG mencapai 45 persen dari seluruh kasus Covid-19.

Temuan yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine ini menggarisbawahi pentingnya pengujian ekstensif dan kontak tracing demi mengurangi penyebaran.

"Penyebaran virus secara 'diam-diam' ini membuat semuanya menjadi lebih sulit untuk dikendalikan," papar Eric Topol, pendiri dan direktur Scripps Research, seperti dikutip dari Science Daily, Senin (15/6/2020).

Duduk perkara dan klarifikasi WHO

Pada Selasa (9/6/2020) pekan lalu, pejabat tinggi WHO memberikan klarifikasi terkait hal ini dalam sebuah konferensi pers.

Maria Van Kerkhove, pimpinan teknis WHO untuk pandemi Covid-19 mengatakan, para ilmuwan belum mengetahui seberapa sering OTG menularkan virus ke orang lain.

"Mayoritas penularan yang kita ketahui adalah orang yang memiliki gejala (Covid-19) menularkan virus ke orang lain melalui droplet infeksius," ujar Van Kerkhove, dilansir STAT News, (9/6/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved