PPDB 2020
PPDB Hari Kedua Diwarnai Protes Orang Tua Siswa Kotak Masuk
Proses PPDB daring tingkat SMA menuai protes sejumlah orang tua siswa. Hal itu dikarenakan opsi pilihan sekolah dalam situs PPDB tak bisa diakses.
Penulis: budi susanto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Proses PPDB daring tingkat SMA menuai protes sejumlah orang tua siswa.
Hal itu dikarenakan opsi pilihan sekolah dalam situs PPDB tak bisa diakses.
Tak hanya itu, beberapa permasalahan lainya juga muncul di hari kedua pelaksanaan PPDB.
Seperti updeting data Kartu Keluarga (KK), serta akreditasi sekolah asal.
Kendala itu membuat orang tua siswa mendatangi sekolah serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng.
Uut Ikhsan Saputro orang tua siswa asal Kencono Wungu, Semarang Barat, satu di antaranya.
Karena mengalami kendala dalam mendaftarakan anaknya, ia mendatangi SMAN 6 Semarang.
Kedatangan Uut ke sekolah tempat anaknya mendaftar, karena terkendala saat memasukan data KK.
"Dari kemarin tidak bisa mengecek data KK, hingga sekarang pun tidak bisa. Maka dari itu saya mendatangi sekolah," jelasnya, Kamis (18/6/2020).
Dilanjutkannya, ia takut jika tak segera diurus anaknya tak mendapatlan sekolah.
"Kalau tidak segera diurus saya takut anak saya tidak dapat sekolah, apa lagi prosesnya secara online," paparnya.
Diakuinya sejak pembukaan PPDB hari pertama, Rabu (17/6) lalu, ia hilir mudik mendatangi SMN 6 Semarang.
"Mau tak mau saya harus libur kerja untuk mendaftarkan anak saya, karena kendala ini bagi saya online dan ofline tidak ada beda, karena harus datang ke sekolah," tuturnya.
Terpisah di Disdikbud Provinsi Jateng, antrian mengular di pusat pelayanan PPDB.
Antrian itu merupakan antrian orang tua dan siswa yang ingin mengadu karena mengalami kendala dalam PPDB.