Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Densus 88 Diterjunkan untuk Selidiki Identitas Pelaku Penyerangan Wakapolres Karanganyar

Polisi menerjunkan tim menyelidiki identitas pelaku penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni meliputi Inafis, Reskrim, intel, dan Densus 88.

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: m nur huda
ISTIMEWA
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar Fitriana. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Polisi menerjunkan tim gabungan untuk menyelidiki identitas pelaku penyerangan Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan anggota Polres Karanganyar. Tim gabungan yang diterjunkan tersebut meliputi Inafis, Reskrim, intel, dan Densus 88.

"Ini sudah, tim gabungan yang diutus oleh Pak Kapolda dari Inafis, Reskrim, intel, kemudian Densus 88 sedang mendalami terhadap pelaku ini. Ini yang kami lakukan," ujar Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Iskandar Fitriana Sutisna, Senin (22/6/2020).

Iskandar mengatakan, saat ini, jenazah pelaku telah berada di RS Bhayangkara Semarang. Rencananya akan dilakukan autopsi.

Update Kasus Penyerangan Wakapolres Karanganyar, Kapolres: Sudah Ada Titik Terang

Korea Utara Ancam Musnahkan Amerika Serikat dengan Nuklir Jika Terus Provokasi Korsel 

Nongkrong Tengah Malam di Semarang, Pemuda Ini Diserang OTK Pakai Celurit, Motor Hilang

Pelatih Tinju di Karanganyar Ajak Bocah Bersetubuh hingga Hamil, Diimingi Boneka Beruang Pink

"Untuk pelaku sendiri ini masih dalam pendalaman, belum bisa kami sebutkan karena ini nanti akan dirilis ketika nanti kita sudah mendapatkan data lengkap tentang siapa pelaku ini," kata dia.

Sejurus dengan pendalaman identitas pelaku, Iskandar mengatakan, pihaknya juga belum mengetahui persis motif dari penyerangan tersebut.

Diketahui pada Minggu 21 Juni 2020 sekitar pukul 11.00 WIB terjadi penyerangan terhadap anggota Polres Karanganyar di Cemoro Kandang, Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar.

Menurut Iskandar, saat itu tengah ada kegiatan susur gunung atau membersihkan jalur pendakian Gunung Lawu.

Dalam kegiatan tersebut tidak hanya anggota Polres Karanganyar saja. Tapi juga melibatkan warga atau relawan.

"Artinya Gunung Lawu itu ditutup selama corona, menuju new normal akan dibuka tentu jalur ini akan dibersihkan rumputnya. Polri bersama masyarakat ini sama-sama membersihkan. Jadi semua orang ini banyak yang memegang senjata tajam," kata Iskandar.

Tak disangka, saat kegiatan tersebut ternyata ada orang tak dikenal yang menyerang anggota Polisi. Dalam hal ini, Wakapolres Karanganyar Kompol Busroni dan sopirnya Bripda Arif Hariyono menjadi korban.

Selain keduanya seorang warga bernama Jarot Broto Sarwono turut menjadi korban.

"Tiba-tiba memang ada seseorang yang tidak dikenal menyerang ajudan dari wakapolres, yang waktu itu sempat ditangkis dan mengenai tangan dan leher dan waktu itu Wakapolres Karanganyar juga diserang dengan clurit. Karena wakapolres ini memegang kayu, bisa ditangkis dengan kayu, tapi tangan kiri masih kena," katanya.

Mendapati adanya kejadian tersebut, kata Iskandar, ada seorang warga yang kemudian melempar batu mengenai kepala pelaku. Namun pelaku masih saja berusaha menyerang.

"Akhirnya personel kami dengan sigap dengan senjata api bisa melumpuhkan. Artinya dengan tembakan tiga kali ke kaki itu mengenai pelaku. Pelaku ini dibawa ke Puskesmas terdekat, namun mungkin karena kehabisan darah sampai di Puskesmas dinyatakan meninggal dunia," katanya.

Sudah ada titik terang

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved