Berita Tegal
Hunian Hotel di Kota Tegal Mulai Meningkat Setelah PSBB Berakhir
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tegal, Saunan Rasyid mengatakan, hunian atau okupansi hotel di Kota Tegal mulai meningkat
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tegal, Saunan Rasyid mengatakan, tingkat okupansi atau hunian hotel di Kota Tegal mulai meningkat.
Ia mengatakan, tingkat hunian hotel meningkat sejak Juni, setelah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tegal berakhir.
Menurut Saunan, semula tingkat hunian hotel di Kota Tegal semasa PSBB rata- rata di angka 15 persen.
• Mengintip Kekayaan John Kei, Rumah dan Mobil Harga Miliaran, Berseteru karena Masalah Tanah
• Mbah Kung Kakek Sugiono Indonesia Asli Surabaya Ngekos di Semarang
• Cewek Cantik Seperti Apa yang Didekati Mbah Kung? Bukan Anak Teman, Bukan Istri Orang
• 60 Persen Daerah di Indonesia Masuk Zona Hijau Covid-19, Kondisi Ekonomi Lebih Baik dari Negara Lain
Kini di masa new normal tingkat hunian hotel naik di angka 26 persen.
Sementera normalnya sebelum ada pandemi virus corona atau Covid-19, tingkat hunian hotel di Kota Tegal di angka 60 persen.
"Ada peningkatan tapi masih jauh dari normal," kata Saunan kepada tribunjateng.com melalui saluran telepon, Rabu (24/6/2020).
Saunan mengatakan, pembukaan akses jalan di Kota Tegal cukup mempengaruhi peningkatan okupansi.
Ia menilai, semula yang terkesan tertutup kemudian menjadi terbuka lagi.
Menurutnya, orang- orang dari Jawa Barat mulai berdatangan untuk menginap di Kota Tegal.
Saunan optimis, semakin bertambah bulan tingkat hunian di Kota Tegal akan meningkat.
"Ya kita optimis mudah- mudahan di Juli, Agustus, dan ke sana, semakin membaik. Kalau normal mungkin tahun depan, tapi paling tidak setelah Juni ini ada peningkatan sampai Desember," harapnya.
Berbeda dengan hotel, menurut Saunan, restoran belum menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Ia mengatakan, belum terlihat tanda-tanda kehidupan dari restoran.
Saunan mengatakan, restoran hanya melayani makan pagi saja.
"Untuk restoran belum ada peningkatan signifikan. Artinya, belum ada kelihatan ada tanda-tanda kehidupan," ungkapnya. (fba)
• Bidan dan Perawat Disekap Dalam Angkot Selama 4 Jam, Polisi Sudah Kantongi Ciri Pelaku
• Kasus Covid-19 di Semarang Naik Signifikan, Tenaga Medis Dialihkan Fokus Ke Tracking 3 Klaster
• Ini Penyebab Kasus Covid-19 di Jatim Terus Meningkat Hampir Samai DKI Jakarta
• John Kei Bagi Tugas Anak Buah di 3 Lokasi untuk Pantau Nus Kei Sebelum Penyerangan