Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

DPRD Kota Semarang Minta Pemkot Terapkan Penjualan Tiket Online Obyek Wisata

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto mengusulkan Pemkot Semarang terapkan penjualan tiket online obyek wisata.

Tayang:
Tribun Jateng/ Eka Yulianti Fajlin
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Wahyoe Liluk Winarto menyarankan destinasi wisata di Kota Semarang melakukan terobosan-terobosan menyambut dibukanya kembali sektor pariwisata.

Salah satu terobosan yang disarankan olehnya yaitu penjualan tiket online.

Menurut Liluk, hal itu cukup mudah dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang saat ini semakin berkembang.

Pesan Ganjar Pranowo ke Pembakar Bendera PDI Perjuangan: Maaf ya, Kami Orang Beragama juga Anti PKI!

Ancaman Ganjar Berhasil Bikin Ribuan Orangtua Siswa Pakai SKD Palsu Cabut Berkas PPDB Jateng 2020

Isi Percakapan Ganjar Pranowo dan Orangtua Siswa di Pati Mengaku Pakai SKD Palsu

Viral Video Pria Membeli Burung Lalu Dilepaskan di Hadapan Penjualnya, Netizen +62: Calon Suami Saya

"Seperti di Ragunan, di Ancol, mereka membuka tiket online biar tidak ada pembelian tiket di tempat," katanya, Kamis (25/6/2020).

Penjualan tiket online, lanjut Liluk, dapat meminimalkan sentuhan antara pengelola tempat wisata dan pengunjung. Di sisi lain, hal ini juga mengurangi penumpukan massa yang biasanya terjadi di pintu masuk.

Dia yakin Kota Semarang sudah menyiapkan berbagai terobosan di sektor pariwisata. Terlebih, belum lama ini Pemerintah Kota Semarang baru saja mendapatkan penghargaan juara satu inovasi sektor pariwisata. Namun, dia meminta penghargaan tersebut jangan sampai membuat Kota Semarang justru lengah saat sektor wisata kembali dibuka.

"Kami apresiasi pariwisata Kota Semarang dapat penghargaan, tapi sekali lagi jangan terus lengah," pintanya.

Lebih lanjut, dia mendukung kebijakan Pemkot Semarang melonggarkan sektor wisata selagi para pelaku wisata dan pengunjung benar-benar menerapkan protokol kesehatan.

Pemkot harus bisa terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat hingga tingkat bawah. Mereka harus paham bahwa menyongsong new normal tidak berarti bebas melakukan kegiatan, terutama mengumpulkan massa.

"Ini jangan dianggap enteng. Walaupun dinyatakan new normal tapi kita jangan lupa protokol kesehatan," ucapnya.

Dia berharap, dibukanya kembali sektor wisata bisa memberikan dampak positif bagi Kota Semarang. Satu diantaranya bisa memberikan dampak terhadap pendapatan daerah. Pasalnya, sektor pariwisata selama ini cukup menopang APBD. Sementara selama pandemi ini, pajak daerah dari sektor pariwisata cukup tersendat.

"Selama sektor pariwisata dilakukan dengan betul, protokol diterapkan, tentu kami mendukung," ucapnya. (eyf)

Dapur Umum Corona Banjarnegara Tetap Dibuka Meski Pasien Positif Sisa 4 Orang

Cemburu Buta, Mahasiswa Yogya Tembak Mantan Pacarnya, Seorang Anggota TNI Lalu Melumpuhkan Pelaku

Sempat Cekcok, Sejoli Mahasiswa di Jateng Akhirnya Buang Bayi Hasil Hubungan Terlarang di Sleman

Sekolah Islam Al Azhar akan Dibangun di Sragen, Bupati Yuni Minta Kuota Khusus Anak Kurang Mampu

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved