Berita Semarang
3 Pemuda Semarang Baku Hantam, 1 Korban Pengeroyokan Berdarah Dipukul Pakai Batu
Tiga pemuda di Kota Semarang terlibat baku hantam lantaran persoalan kesalahpahaman antara pelaku dan korban.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tiga pemuda di Kota Semarang terlibat baku hantam lantaran persoalan kesalahpahaman antara pelaku dan korban.
Aksi duel yang berujung pengeroyokan itu terjadi di depan gapura Rorojonggrang Jalan Ror ojonggrang Raya Manyaran Kecamatan Semarang Barat, Rabu (17/6/2020) sekira pukul 16.45 WIB.
Akibat perkelahian itu korban mengalami sejumlah luka dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Semarang Barat.
• Ancaman Ganjar Berhasil Bikin Ribuan Orangtua Siswa Pakai SKD Palsu Cabut Berkas PPDB Jateng 2020
• Raffi Ahmad Terbang ke Singapura Hanya untuk Beli Mi gara-gara Nagita Slavina Ngidam
• KISAH CINTA BEDA USIA: Siswi SMP Hilang Diduga Diculik Pacarnya yang Sudah Punya Istri dan 2 Anak
• Ashanty Pindah Rumah di Kawasan Pondok Indah Seusai Istana Cinere Laku Rp 35 Miliar
Kanit Reskrim Polsek Semarang Barat, Iptu Donna Briadi menuturkan, kejadian penganiayaan tersebut bermula ketika dua pelaku Kevin dan Dimas warga Semarang Barat mengajak bertemu korban di tempat kejadian tersebut.
"Kevin yang mengajak korban bertemu untuk menyelesaikan kesalahpahaman dengan korban, detail kesalahpahamannya yaitu persoalan pribadi antara pelaku dengan korban bukan urusan cewek," terangnya kepada Tribunjateng.com, Jumat (26/6/2020).
Iptu Donna melanjutkan, sesampainya di depan gapura korban yang seorang diri bertemu dengan kedua pelaku.
Ketika sudah berhadap-hadapan terjadi pembicaraan yang tidak enak antara korban dengan pelaku Kevin.
Pembicaraan itu berujung Kevin menghajar korban yang dibantu Dimas ikut mengeroyok korban dengan menggunakan tangan kosong.
Tak puas dengan tangan kosong, kedua pelaku juga mengambil batu yang dihantamkan ke tubuh korban hingga korban mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya dan kepala mengeluarkan darah.
"Setelah itu kedua pelaku pergi, sedangkan korban berobat ke RSUP Kariadi Semarang," jelasnya.
Dengan adanya kejadian tersebut, ucap Iptu Donna, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Semarang Barat agar segera ditindak lanjuti aksi penganiyaan tersebut, Kamis (18/6/2020) sekira pukul 10.55.
Mendapat laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Semarang Barat segera mengumpulkan keterangan saksi dan bukti-bukti yang terkait dengan perkara sehingga mendapat informasi identitas terduga pelaku.
Kemudian kedua pelaku berhasil diamankan saat sedang berada di rumahnya masing-masing pada hari itu juga sekira pukul 14.30.
"Kami juga mengamankan barang bukti berupa baju batik warna biru dongker dan dua buah batu," terangnya.
Kini kedua tersangka mendekam di ruang tahanan Polsek Semarang Barat.