Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Heboh 107 Warga Tewas Tersambar Petir, Puluhan Orang Luka-luka

Setidaknya terdapat 107 orang yang tewas akibat tersambar petir di bagian utara dan timur India pada Kamis (25/6/2020) menurut laporan pejabat setempa

Editor: galih permadi
Tribun Jabar/Mega Nugraha
ILUSTRASI ---Suami istri, petani di Sumedang tersambar petir. Suami terjatuh tersambar petir. Istri mau menolong tapi ikut jatuh. Suami meninggal dunia. 

TRIBUNJATENG.COM, NEW DELHI - Korban bergelimpangan lantaran tersambar petir.

Setidaknya terdapat 107 orang yang tewas akibat tersambar petir di bagian utara dan timur India pada Kamis (25/6/2020) menurut laporan pejabat setempat.

83 orang yang tewas berada di wilayah Bihar yang miskin sementara 24 orang korban lainnya berada di negara bagian Uttar Pradesh.

Raffi Ahmad Terbang ke Singapura Hanya untuk Beli Mi gara-gara Nagita Slavina Ngidam

Pembunuhan Berencana Vina Aisyah Terungkap, Pelaku Murka Korban Belum Bayar Utang Rp 40 Juta

Selamat Tinggal Prameks Yogyakarta-Solo, Selamat Datang KRL

Inilah Sosok Istri John Kei, Tetangga Ungkap Kebiasaanya Seperti yang Dilakukan Suami

Dari peristiwa itu, puluhan orang mengalami luka-luka.

Petir yang menyambar antara Juni-September merupakan fenomena tahunan yang sering terjadi di India.

Namun, menurut Menteri Manajemen Bencana wilayah Bihar, Lakshmeshwar Rai, angka korban kemarin merupakan yang tertinggi dalam satu hari di negara bagian itu dalam beberapa tahun terakhir.

Lebih dari setengah yang tewas tinggal di pemukiman rawan banjir, di bagian utara dan timur daerah Bihar.

Rai memperingatkan bahwa angka kematian bisa meningkat karena pemerintah masih menunggu laporan terkait korban dari negara bagian itu.

Sementara itu berdasarkan perkiraan cuaca, hujan lebat akan melanda daerah Bihar pada Jumat dan Sabtu menurut Kantor Departemen Meteorologi India.

Di negara bagian tetangga Uttar Pradesh, kebanyakan korban tewas dilaporkan berasal dari daerah Deoria yang berdekatan dengan perbatasan Nepal dan kota suci Prayagraj berdasarkan laporan otoritas.

Perdana Menteri Narendra Modi pada Kamis kemarin mengunggah pernyataan melalui Twitternya dan menyampaikan bela sungkawa.

Dia juga menambahkan bahwa pemerintah akan segera mencari solusi untuk permasalahan ini.

Lebih dari 2.300 orang tewas akibat sambaran petir di India pada 2018 berdasarkan Biro Catatan Kejahatan Nasional.

Musim penghujan sangat penting untuk kembali mengisi persediaan air di Asia Selatan namun juga menyebabkan kematian dan kerusakan yang meluas di seluruh wilayah terdampak setiap tahunnya.

Terjadi di Banjarnegara

Insiden Minggu siang (21/6) masih terngiang di benak Nisro, warga Dusun Tlaga Lele Desa Slatri Kecamatan Karangkobar Banjarnegara.

Ia bersama 5 warga lain, termasuk dua anaknya mengalami musibah yang akan diingat seumur hidupnya.

Mereka yang masih memiliki ikatan keluarga itu tersambar petir saat beristirahat di kebun.

Suasana duka masih menggelayuti rumahnya.

Raut Nisro pun masih diliputi kesedihan.

Sesekali ia mengelus kakinya yang masih pegal.

Tetapi sakit di kakinya tak seberapa di banding rasa luka akibat kehilangan anak tercinta.

Putra keduanya, Irfangi (17), telah meregang nyawa. Nisro masih ingat betul kata-kata terakhir yang terlontar dari bibir putranya.

Siang itu, ia bersama dua putra dan kerabatnya menebang pohon Albasia di kebun tak jauh dari desa.

Pohon kelima belas selesai ditebang. Ia mengajak rombongannya istirahat hingga letih hilang.

Mereka duduk berdekatan di atas lahan. Langit desa dilihatnya telah menghitam. Tetapi hujan belum terburu turun. Tak ada kilat menggaris di langit.

Karenanya mereka santai saja meneruskan obrolannya.

Tak dinyana, maut sedang mengintai mereka.

Belum selesai ia "melinting" tembakau, petir tiba-tiba langsung menyambar.

Ia tak melihat ada kilatan cahaya. Hanya ia mendengar dentuman sangat keras.

"Seumur-umur saya dengar suara sangat keras baru itu,"katanya

Setelahnya, ia tak ingat sama sekali. Ia tak sadarkan diri.

Begitupun lima warga lain yang sempat berkerumun dengannya.

Mereka sama pingsan. Keadaan menjadi senyap. Suara mereka lenyap.

Hingga sesaat kemudian, Parno lah yang pertama sadar.

Tapi ia tak kuasa berjalan.

Tubuhnya seakan mati rasa.

Hanya sedikit kata terutarakan.

Selebihnya rintihan. Nisro sadar kemudian.

Tapi sekujur tubuhnya masih terasa panas. Kakinya lemas.

Ia lalu memastikan keadaan putra-putranya.

Irfangi masih sempat sadar.

Tapi tubuhnya amat lemah.

Ia sempat merintih mengeluhkan rasa sakitnya. Ia merasakan dingin di sekujur tubuhnya.

Mereka yang sama-sama tak berdaya hanya bisa pasrah.

Nisro memeluk dan menyandarkan kepala anaknya yang sekarat di dadanya.

Ia menuntun anak keduanya itu melantunkan istigfar.

Irfangi menurutinya. Remaja itu sempat melantunkan istigfar empat kali, kemudian nafasnya hilang.

Irfangi meninggal dalam dekapan ayahnya.

Petir seakan kembali menghujam, dengan suara jauh lebih keras. Nisro kehilangan anaknya

"Dia meninggal di dada saya," katanya.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "107 Orang Tewas Tersambar Petir di Bihar, India"

Banyak Insiden Pengerusakan, 193 Tugu Perguruan Silat PSHT dan IKS di Sragen Akan Dihilangkan

Kader Banteng di Jateng Murka Turun ke Jalan Gara-gara Bendera PDIP Dibakar, Ini Pesan Ganjar

Liverpool Juara Liga Inggris 2020, Ternyata Menyakitkan Bagi Pelatih Manchester United Solskjaer

Viral Seorang Pasien di RS Diapit Jenazah Korban Corona yang Dibungkus Plastik Hitam, Ini Faktanya

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved