Breaking News:

Berita Solo

Pengajuan Izin Usaha PKL di Solo Meningkat Sebesar 10 Persen Selama Pandemi

Pengajuan surat izin usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menempati shelter di Kota Solo meningkat sebesar 10 persen selama pandemi virus corona.

Penulis: Agus Iswadi | Editor: m nur huda
Tribun Jateng/Agus Iswadi
Shelter di depan pusat perbelanjaan PGS Solo. 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Pengajuan surat izin usaha Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk menempati shelter di Kota Solo meningkat sebesar 10 persen selama pandemi virus corona.

Kepala Bidang PKL Dinas Perdagangan Kota Surakarta, Didik Anggono menyampaikan, ada beberapa faktor penyebab meningkatnya pengajuan izin usaha.

Di antaranya, keinginan masyarakat membuka usaha untuk mendapatkan pemasukan, modal jualan yang tidak terlalu besar dan dampak dari pemutusan hubungan kerja imbas pandemi virus corona.

Pemkab Sragen Anggarkan Rp 2,4 Miliar Untuk Relawan Covid-19 Tingkat Desa

Viral Waterpark di Bogor Jadi Kolam Ikan Lele Gegara Corona

Struktur Baru Golkar Jateng, Tim Pemenangan Pemilu Dibentuk di Setiap Eks-Karesidenan

Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Naik Rp 3.000 Pergram, Berikut Daftar Lengkapnya

Setidaknya sampai saat ini terdapat 23 shelter yang digunakan masyarakat Kota Solo untuk berjualan. Dia menjelaskan, sebelum pandemi jumlah pedagang yang menempati shelter sekitar 80 persen. Sedangkan saat pandemi virus corona, turun menjadi 30 persen.

Sebagai bentuk perhatian bagi pedagang, Dinas Perdagangan Kota Solo membebaskan retribusi para pedagang hingga Agustus 2020.

"Ini ada peningkatan pengajuan izin menempati shelter sekitar 10 persen. Beberapa mintanya ditempatkan di shelter tertentu," katanya saat dihubungi Tribunjateng.com, Kamis (25/6/2020).

Lanjut Didik, petugas Dinas Perdagangan Kota Solo telah menempelkan selebaran berisi imbauan serta melakukan pendataan terhadap para pedagang yang berjualan di masing-masing shelter.

"Kami sedang mendata tempat yang kosong, sehingga pemohon baru segera bisa ditempatkan," jelasnya.

Pihaknya mengimbau kepada para pedagang supaya dapat beraktivitas kembali seperti kondisi normal. Didik menjelaskan, pihaknya tidak serta menerta mencabut izin para pedagang yang tidak berjualan.

"Sebenarnya alasan para pedagang tidak berjualan itu apa, kita koordinasi dengan ketua paguyuban," ungkapnya.

Dinas Perdagangan Kota Solo memberikan jangka waktu bagi pedagang selama 7 hari sejak surat edaran diterbitkan pada awal Minggu ini.

"Ketika pemohon baru diberikan aktif jualan, kita berikan Surat Izin Penempatan (SIP). Kita juga pantau benar-benar jualan atau tidak," pungkasnya.(Ais)

Sepasang Kekasih di Semarang Dikeroyok 5 Lelaki, Diduga Berawal dari Cek-cok di Sunan Kuning

IAIN Salatiga Raih Peringkat Pertama Pengisian Dashboard e-SMS Tingkat IAIN se-Indonesia

90 Persen Orangtua di Kota Tegal Masih Larang Anaknya Belajar Tatap Muka

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved