Breaking News:

Beerita Ekonomi

Sambut Era New Normal, Tingkat Kunjungan Ke Mal, PKL, hingga Pasar Tradisional Mulai Meningkat 

Menyambut era new normal, tingkat kunjungan di pedagang kaki lima (PKL), pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan seperti mal mulai berangsur-angsur

Tribun Jateng/Hermawan Handaka
Mal Paragon Sambut New Normal - Mal Paragon Semarang Jawa Tengah, menerapkan protokol kesehatan bagi pengunjung dan karyawan Mal Paragon dengan menerapkan social distancing dan pengukuran suhu tubuh pengunjung sebelum masuk mal untuk meminimalisir resiko penularan, petugas yang berinteraksi dengan pengunjung juga dilengkapi face shield, Sabtu (20/06/20) (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Menyambut era new normal, tingkat kunjungan di pedagang kaki lima (PKL), pasar tradisional, dan pusat perbelanjaan seperti mal mulai berangsur-angsur kembali seperti semula.

Saat ini kunjungan berkisar di angka 80 persen hingga 90 persen dari waktu normal sebelum adanya pandemi covid-19. 

Hal ini diungkapkan oleh Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Drs. Mujoko Raharjo.

Ia mengatakan diawal adanya pandemi tingkat kunjungan maupun daya beli masyarakat memang mengalami penurunan namun tidak terlalu besar. 

Pemkab Sragen Anggarkan Rp 2,4 Miliar Untuk Relawan Covid-19 Tingkat Desa

Harga Emas Antam di Semarang Hari Ini Naik Rp 3.000 Pergram, Berikut Daftar Lengkapnya

Sepasang Kekasih di Semarang Dikeroyok 5 Lelaki, Diduga Berawal dari Cek-cok di Sunan Kuning

Cerita Kunjungi Mal Paragon, Panglima TNI dan Kapolri Dicegat Petugas Mal

Penurunan ini satu diantaranya disebabkan karena sewaktu adanya pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Kota Semarang sempat diberlakukan adanya penutupan di beberapa ruas jalan di Kota Semarang. 

“Sebenarnya dari Pemerintah Kota Semarang (Pemkot Semarang) dari awal tidak pernah melakukan penutupan untuk PKL, pasar tradisional maupun mal hanya dibatasi jam beroperasinya saja. Kini menuju era new normal, kondisi dari ketiga sektor tersebut saya melihat sudah mulai ramai seperti semula,” ungkap Mujoko kepada Tribun Jateng, Jumat, (25/6/2020). 

Dengan adanya era new normal, Mujoko menilai kedepan kondisi akan semakin membaik terlebih untuk sektor perekonomian di Kota Semarang. Tentunya hal ini juga tetap harus diimbangi dengan protokol kesehatan yang ada. 

Dalam hal ini, Mujoko melihat pentingnya juga untuk memberikan semangat baik kepada para PKL, pedagang pasar, maupun pengelola mal agar dapat optimis sektor perekonomian dapat membaik kembali. 

“Untuk saat ini sesuai dengan kebijakan Pemkot Semarang untuk PKM sudah memasuki tahapan yang keempat, dengan diberikannya kelonggaran seperti jam beroperasi bagi para pelaku usaha di Kota Semarang. Tentunya diharapkan hal ini dapat memperbaiki kondisi perekonomian yang ada,” tambahnya. 

Mujoko mengatakan Pemkot Semarang juga aktif untuk dilakukan pemeriksaan, baik rapid test maupun swab test di lingkungan pasar tradisional maupun mal. Hal ini bertujuan untuk meminimalkan munculnya cluster penyebaran covid-19 baru. 

“Kedepan kami akan terus melakukan operasi untuk terus memantau PKL, pasar tradisonal, maupun mal. Dengan harapan kebijakan dari pemerintah untuk protokol kesehatan ini dapat dijalankan dengan baik, karena pastinya kalau semisal kami menemukan ada yang tidak memenuhi peraturan yang ada akan diberikan sanksi yang tegas. Hal ini berlaku untuk semuanya,” tandasnya. (Ute) 

IAIN Salatiga Raih Peringkat Pertama Pengisian Dashboard e-SMS Tingkat IAIN se-Indonesia

Pengajuan Izin Usaha PKL di Solo Meningkat Sebesar 10 Persen Selama Pandemi

Struktur Baru Golkar Jateng, Tim Pemenangan Pemilu Dibentuk di Setiap Eks-Karesidenan

Penulis: Ruth Novita Lusiani
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved