Berita Nasional
Edy Rahmayadi Ketakutan Ditelepon Tito Karnavian Malam-Malam
Edy Rahmayadi mengaku kaget dengan kehadiran Tito Karnavian ke Medan pada Jumat (3/7/2020).
"Kita beri tepuk tangan kepada Bupati Karo karena NPHD untuk KPU dan Bawaslu sudah 100 persen.
Mejuah-juah," ucap Tito disambut berdirinya Bupati Karo dengan diiringi tepuk tangan audiens.
Ia juga mengapresiasi Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) dan Humbang Hasundutan.
"Yang lainnnya yang sudah teralisasi 100 perden KPUD dan aparatnya ada Labuhan Batu Utara, makasih pak.
Juga ada 100 persen ke Bawaslu dan 100 persen ke petugas keamanan tapi ke KPU masih 40 persen itu masih lumayan, ada Humbang Hasundutan," jelasnya.
Sementara ada daerah lainnya yang juga disoroti Tito yaitu karena dana yang cair terlebih dahulu kepada aparat keamanan.
"Ini KPU-nya sementara 40 dan Bawaslu 40 persen tapi aparat keamanan 100 persen semua ini, yaitu Kabupaten Asahan.
Mirip dengan Labuhan Batu Selatan.
Nah ini nampaknya cinta kali sama kepolisian dan TNI, apa takut kali," cetusnya disambut gelak tawa.
Namun Tito sempat kecewa dengan angka presentasi oleh Kabupaten Mandaling Natal yang realisisasinya kepada KPU masih 10 persen dan kepada Bawaslu 20 persen.
Hingga akhirnya Tito meminta audiens untuk menyoraki perwakilan Sekda Madina yang hadir.
"Ini cukup memprihatinkan karena dananya enggak ada pertama Mandailing Natal, ini realisasi ke KPU 10,67 persen kemudian Bawaslu 20 persen.
Coba teman-teman sorakin huu dulu. Banyak wartawan loo ini," pungkasnya.
Sebelumnya, Tito menyebutkan bahwa Sumut masuk dalam zona merah bersama dengan Papua dalam data NPHD kepada KPUD dan Bawaslu daerah.
Tito menjelaskan bahwa dana hibah adalah urat nadi untuk KPUD dan Bawaslu Daerah untuk mulai bekerja melaksanakan Pilkada serentak pada 9 Desember 2020 mendatang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/keterangan-pers-usai-rapat-koordinasi-pelaksanaan-pilkada-serentak-2020-di-medan.jpg)