Breaking News:

Olahraga

Yuda Jadikan Aktivitas Gowes Sepeda Sebagai Terapi Lututnya

Selain menjaga kebugaran tubuh, bersepeda juga dapat menjadi aktivitas pelepas penat yang menyenangkan. Tak pelak, banyak warga kini berbondong-bondon

Penulis: Akhtur Gumilang | Editor: m nur huda
Istimewa
Ilustrasi bersepeda - Gowes 

"Kalau yang Semarang - Yogya perginya doang pakai sepeda. Pulangnya diangkut pakai mobil. Dari bersepeda ini akhirnya saya banyak punya teman baru. Jadi, bisa memperluas jaringan juga dari bersepeda ini," tutur warga Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang ini.

Tak hanya senang, Yuda pun menjadikan aktivitas bersepeda ini sebagai terapi atas cedera yang dideritanya dulu. Dulu saat masih kuliah, dia mengalami cedera pada bagian lutut saat masih aktif bermain di liga amatir di bawah nauangan PSIS Semarang.

Cedera itu, kata dia, membuat bagian ligamennya robek. Alhasil, Yuda harus menepi untuk waktu yang sangat lama akibat cederanya itu. Maka, lewat aktivitas gowes, dia ingin mengasah lututnya supaya kembali berfungsi sediakala.

"Dulu pas kuliah cedera lutut. Karena operasi mahal, pengobatannya lewat alternatif saja dan pelan-pelan. Biar lutut kembali kuat, saya gowes tipis-tipis. Kan kalau di tanjakan, bagian lutut lumayan terbebani saat mengayuh. Namun, alhamdullilah sekarang sudah terbiasa," cerita Yuda.

Tak hanya menguatkan lututnya, dia merasakan tubuhnya jadi agak ringan karena rutin bersepeda. Yuda pun jadi tak mudah capek saat bermain futsall.

Alumnus Ilmu Hukum Unnes ini mengaku memang rutin bersepeda. Paling tidak, dia seminggu sekali bersepeda keliling Kota Semarang. Untuk rute antar kota, dia hanya lakukan beberapa kali saat benar-benar luang.

"Namun karena pandemi ini, belum berani lagi gowes jauh-jauh. Ya gowesnya pun sekarang pakai masker. Lumayan ganggu pernafasan sih sebenarnya. Makanya kalau lagi sepi, saya sering tidak pakai masker," ungkap Yuda yang juga karyawan swasta ini.

Sementara, warga lainnya, Rifki Permana turut meramaikan demam goweser yang menjadi tren saat ini, terutama di Kota Semarang. Sebenarnya, lelaki berusia 23 tahun ini sudah lama memiliki sepeda jenis lipat, namun lebih sering dikandangkan.

Karena kini demam goweser melanda, akhirnya Rifki mulai menjajal lagi sepeda yang ia beli awal tahun 2019 lalu. Dia mengaku sejak awal bulan lalu jadi sering bersepeda mengelilingi Kota Semarang.

"Maklum, kuliah lagi libur. Isi waktu luang bersepeda cukup menyenangkan juga. Lalu, ngegowes pun jadi ramai sekarang, jadi ikut-ikut aja. Enak kalau ada temannya bersepeda itu. Kalau sendiri garing," ungkap warga Kecamatan Semarang Selatan ini.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved