Breaking News:

New Normal 2020

Butuh Terobosan Baru dalam Ranah Transportasi di Tengah Pandemi

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat mengatakan, di tengah pandemi perlu adanya terobosan baru dalam ranah transpo

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: Catur waskito Edy
Tribun jateng/akbar hari mukti
Pengecekan bus dengan jarak antar penumpang di Karoseri Laksana, Bergas, Kabupaten Semarang, Rabu (8/7/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jateng, Kombes Pol Arman Achdiat mengatakan, di tengah pandemi perlu adanya terobosan baru dalam ranah transportasi. Hal ini sejurus dengan misi keselamatan dan kesehatan lalu lintas di tengah pandemi dalam menyongsong adaptasi kebiasaan baru.

Kata Arman, sarana tranportasi termasuk menjadi tulang punggung menjaga stabilitas Kamtibmas selain meningkatkan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial. Reformasi sosial diperlukan untuk pemulihan ekonomi memasuki new normal, oleh karenanya mutlak dipedomani masyarakat.

"Polisi sebagai alat negara membantu pemerintah melakukan reformasi sosial tersebut. Sarana dan prasarana transportasi merupakan faktor utama pemulihan ekonomi mengingat lalulintas merupakan urat nadi kehidupan selain merupakan cerminan budaya masyarakat itu sendiri," ujar Arman, Kamis (9/7/2020).

Sebelumnya, Arman meninjau perusahaan karoseri Laksana di Ungaran. Dalam tinjauannya tersebut, Arman mengapresiasi adanya bus baru yang mengadaptasi protokol kesehatan. Kedatangannya itu untuk mengetahui detail inovasi baru di bidang transportasi dalam mendukung tugas polisi di tengah pandemi Covid-19.

Konstruksi posisi tempat duduk bus diubah, dari dua lajur menjadi tiga lajur. Formasi tempat duduknya berpola 1-1-1. Demikian pula sandaran tangan penumpang dibuat mandiri, terpisah dari sandaran penumpang lain.
Jarak fisik terdisain presisi. Penumpang satu dengan lainnya tidak lagi berdekatan mencegah potensi transfer virus corona antarpenumpang. Secara keseluruhan rancang bangun tempat duduk bus mengacu standar kesehatan. Bus kreasi karoseri di Ungaran ini dibuat mengikuti persyaratan physical distancing.

"Inovasi angkutan umum tidak menabrak standar keselamatan sebagaimana ketentuan. Keselamatan dan kesehatan sama-sama dibutuhkan pemilik dan pengguna angkutan umum. Begitupun keselamatan dan kesehatan pengguna kendaraan selama berada di jalan umum adalah dua hal yang menjadi prioritas Polantas," katanya.

Produk bus yang diberi nama Legacy SR2 merupakan prototype, kabarnya sudah dipesan salah satu perusahaan angkutan penumpang.
Dilengkapi HEPA filter dan sinar UV, berkapasitas 36 penumpang. Pada setiap kursi penumpang tersedia seat belt atau sabuk pengaman serta hand rest atau sandaran tangan, memungkinkan semua penumpang nyaman dan aman menempati kursinya

"Prototipe bus ini memantik kreasi sejenis lainnya dibidang angkutan umum," kata dia. (*)

Ditlantas Polda Jateng Cek Kesiapan Bus di Karoseri Laksana

Prakiraan Cuaca di Wilayah Tegal Kamis 9 Juli 2020, Cerah Berawan Mendominasi

Jadwal Samsat Online Keliling Semarang Hari Ini, Kamis 9 Juli 2020 Buka di Simpanglima

Kronologi Penangkapan Dua Guru Silat yang Cabuli Belasan Anak Didik

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved