Berita Semarang
Wisata Lawang Sewu Semarang Kembali Dibuka Setelah Vakum 4 Bulan
Sebelumnya, objek wisata di jantung Kota Semarang itu tutup selama hampir empat bulan lantaran pandemi Covid-19.
Penulis: Dhian Adi Putranto | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Objek wisata Lawang Sewu kembali buka, Kamis (9/7/2020).
Sebelumnya, objek wisata di jantung Kota Semarang itu tutup selama hampir empat bulan lantaran pandemi Covid-19.
Direktur Utama KA Wisata, Totok Suryono mengatakan dibukanya kembali Lawang Sewu juga dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan ketat.
• Viral Tukang Parkir di Subang Tiba-tiba Datang Minta Uang Padahal Motor Tidak Parkir
• Viral Nama Dita Leni Ravia Asal Gunungkidul Jogja, Ini Arti dan Maknanya
• Alasan Ganjar Ogah Perbaiki Jalur Evakuasi Merapi di Klaten Rusak Parah dan Sempat Viral
• Kisah Kalistru Momode, Anak Timor Leste yang Diambil Tentara Indonesia pada Masa Perang
Misalnya, pengunjung tidak boleh masuk ke area tersebut jika suhu tubuhnya di atas 37,3 derajat celcius.
Mereka juga harus cuci tangan sebelum masuk dan menerapkan physical distancing dalam area Lawang Sewu.
"Pada transaksi tiket kami juga fasilitasi dengan pembayaran nontunai. Bisa menggunakan kartu eletronik maupun dompet digital," katanya.
Pihaknya menyediakan ruang isolasi khusus untuk digunakan apabila ada pengunjung yang mengalami gejala covid19 maupun membutuhkan pelayanan medis darurat.
Ruang tersebut menjadi transit sementara sebelum nantinya dibawa ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.
Selain itu, pihaknya juga menambah personel keamanan untuk mengawasi pengunjung telah menerapkan protokol kesehatan.
"Kami juga batasi jumlah pengunjung yang masuk. Apabila dalam satu waktu terjadi kepadatan pengunjung maka akan kami batasi jumlah pengunjung yang masuk," ujarnya
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Indriyani mengatakan pihaknya telah memastikan kesiapan Lawang Sewu.
Menurutnya sejak masuk gerbang hingga keluar, protokok kesehatan sudah diterapkan dengan baik.
"Salah satu yang terpenting yakni proses transaksi menggunakan nontunai, jarak antrean juga dijaga dan diawasi petugas," katanya.
Menurutnya sudah 134 tempat hiburan dan wisata yang mengajukan izin beroperasi.
Namun pihaknya baru mengizinkan 53 tempat hiburan dan wisata untuk kembali beroperasi.