Virus Corona Jateng
Disemprot Ganjar karena Gowes Massal & Dangdutan, Pemkab Brebes: Kehadiran Bupati Justru Mengedukasi
Bupati Brebes, Idza Priyanti, telah meminta maaf kepada Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
Penulis: mamdukh adi priyanto | Editor: m nur huda
"Ini sangat disayangkan. Bupati Brebes yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Brebes seharusnya memberikan teladan bagi masyarakat dengan tetap menerapkan protokol kesehatan," kata anggota dewan provinsi dari Daerah Pemilihan (Dapil) XII (Brebes, Tegal, Kota Tegal) ini.
Menurutnya, saat ini, masyarakat membutuhkan pengertian, sosialisasi, dan edukasi terkait bagaimana cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona dengan protokol kesehatan.
Bukan dengan acara yang dapat menyedot perhatian massa tersebut.
Apalagi, kata dia, saat ini kondisinya masih pandemi.
Penerapan new normal atau kebiasaan baru bukan berarti semua aturan dilonggarkan.
"Meskipun di acara itu ada sosialisasi new normal, seharusnya protokol kesehatan juga harus dipatuhi. Memakai masker, menghindari kerumunan, menjaga jarak, itu bisa dipenuhi," tandas pria yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Brebes.
Anggota Komisi E DPRD Jateng itu menuturkan sosialisasi new normal atau kebiasaan baru tetap bisa dilakukan di tengah masyarakat namun dengan sejumlah syarat atau protokol.
Antara lain, peserta harus dibatasi. Pembatasan jarak berimplikasi pada jumlah peserta acara.
Dengan begitu, peserta bisa menjaga jarak 1,5 hingga 2 meter.
"Saya lihat dalam acara itu banyak yang tidak pakai masker. Ini sekolah saja mau penerapan sif untuk menghindari pencegahan Covid, di sini malah ada acara itu (gowes massal)," tegasnya.
Terlebih lagi, lanjutnya, dalam peraturan Bupati Brebes No 54 Tahun 2020 sudah tertulis jelas tentang pedoman tatanan normal baru pada kondisi pandemi virus corona di Brebes.
Disebutkan pedoman kegiatan sosial budaya yang dapat menimbulkan kerumunan orang juga diatur jaga jarak dan beberapa hal yang dapat menimbulkan penyebaran virus corona.
Sementara, Bupati Brebes ketika hendak dikonfirmasi melalui ajudannya dengan sambungan telepon, tidak ada jawaban.
Begitu juga saat dimintai keterangan melalui pesan tertulis, tidak ada respon.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gowes bareng tersebut menyedot ribuan warga.