Berita Tegal

Pengangguran di Kabupaten Tegal Disebut Unik, Aribawa: Karena Mereka Pilih-pilih

Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa mengungkapkan, angka pengangguran di Kabupaten Tegal saat ini 8,21 persen. Bisa

Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/DESTA LEILA KARTIKA
Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa, saat ditemui Tribunjateng.com, Kamis (16/7/2020) di halaman Pemda Kabupaten Tegal. 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Tegal, Bambang Kusnandar Aribawa mengungkapkan, angka pengangguran di Kabupaten Tegal saat ini 8,21 persen. Bisa dikatakan tertinggi di Jawa Tengah.

Namun menurutnya tergolong unik, kenapa? Karena Kabupaten Tegal angka kemiskinan paling rendah, tapi angka penganggurannya paling tinggi.

Ternyata jika dicermati, pengangguran di Kabupaten Tegal ini kebanyakan merupakan pengangguran pemilih.

"Pengangguran pemilih yang saya maksud, yaitu mereka bukan menganggur karena tidak ada pekerjaan.

Tapi mereka pilah pilih pekerjaan atau memiliki standar yang tinggi.

Jadi misal si A tidak bisa mendapat penghasilan sekian, ya pekerjaan tidak akan diambil.

Mereka ini pengangguran cerdas menurut saya," ujar Aribawa, pada Tribunjateng.com, Kamis (16/7/2020).

Adapun usia pengangguran di Kabupaten Tegal, menurut Aribawa didominasi usia pemuda (remaja).

"Padahal semisal mereka mau bekerja apa saja, ya sebenarnya banyak peluang kerja. Tapi karena tadi, mereka memiliki standar sendiri. Makanya di Kabupaten Tegal angka pengangguran masih tinggi," katanya.

Dikatakan, selama pandemi Covid-19 ini, Pemkab Tegal memiliki tiga hal yang menjadi fokus utama. Yaitu tentang penanganan Covid-19, jaring pengaman sosial, dan pemulihan ekonomi.

Maka kaitannya dengan pemulihan ekonomi, Pemkab Tegal berupaya untuk menciptakan jenis usaha-usaha baru melalui Program Wirausaha Pemuda.

Tujuannya supaya perekonomian yang sempat lesu bisa kembali meningkat lagi.

"Kalau kita perhatikan, selama pandemi Covid-19 ini ada usaha yang memang terdampak, tapi ada juga yang bertahan bahkan meningkat.

Katakan di bidang pertanian, usaha kuliner dan lain sebagainya. Mereka hanya tinggal menyesuaikan dengan pola perekonomian saat ini, terutama protokol kesehatan, dan lain-lain," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, dalam rangka menumbuhkan perekonomian dan mengurangi jumlah pengangguran di Kabupaten Tegal, Pemkab Tegal Melalui Bappeda dan Litbang mengadakan program Wirausaha Pemuda yang sampai saat ini sudah memasuki tahap seleksi 100 besar.

Adapun program Wirausaha Pemuda ini, ditujukan bagi pemuda warga Kabupaten Tegal yang berusaha mulai 19-28 tahun.

Untuk tahapannya, setelah seleksi 100 besar ini, dipilih menjadi 50 besar dan terakhir ada 28 besar.

"Nantinya, 28 besar inilah yang akan dibantu modal usahanya oleh Pemkab Tegal sebesar Rp 15 juta per orang. Sedangkan rata-rata usaha yang terpilih saat ini, yaitu di bidang pertanian, cafe, ternak, kerajinan, makanan, dan lain-lain," imbuhnya. (dta)

Sumber: Tribun Jambi
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved