Breaking News:

Berita Batang

Komunitas Ngopi Sambil Ngaji, Wadah Mantan Napi Rutan Batang Ubah Stigma Negatif Masyarakat

Keluar dari rumah tahanan dan kembali ke masyarakat, para mantan narapidana (Napi) seringkali mendapatkan stigma negatif.

Penulis: dina indriani | Editor: galih permadi

TRIBUNJATENG.COM,BATANG - Keluar dari rumah tahanan dan kembali ke masyarakat, para mantan narapidana (Napi) seringkali mendapatkan stigma negatif.

Dengan predikat sebagai mantan napi, mereka juga sulit memperoleh pekerjaan sehingga tidak sedikit yang kembali melakukan tindakan kriminal.

Hal inilah yang mendasari terbentuknya Komunitas Ngopi Sambil Ngaji.

6 ABG Isi Bensin Tak Mau Bayar di SPBU Ngaliyan Semarang, Pas Dikejar Pamerin Pedang

Petani Purbalingga Kaget Karung Plastik Penyumbat Saluran Airnya Berisi Mayat Orok Masih Merah

Pedagang Wonosobo Tertipu Orderan Pisang Kepok 1 Pikap, Pemesan Mengaku-ngaku Warga Kendal

Oknum Guru PNS & Pejabat di Banjarnegara Kepergok Dalam Kamar Losmen, Mengaku hanya Konsultasi

Sebuah komunitas yang digagas oleh pengelola Rumah Tahanan Kelas IIB Batang bersama Pondok Pesantren Al-Ikhsan III Batang.

Komunitas Ngopi sambil Ngaji, dibentuk sebagai sarana dakwah bagi para napi yang memilih nyantri di Ponpes At Taubah milik Rutan Batang.

Setelah menyelesaikan masa pidananya, para mantan napi santri tersebut banyak yang mengikuti kegiatan pembinaan lanjutan yang dipusatkan di rumah singgah mitra kerja Rutan Batang yaitu Ponpes Al Ikhsan III.

"Ngopi sambil ngaji ini konsepnya memang dibikin sesantai mungkin karena memang dibuat untuk merangkul napi maupun para napi yang ingin dan sedang berhijrah, sehingga dengan berperilaku yang baik bisa mengubah stigma masyarakat yang tadinya negatif menjadi positif," tutur pengurus Ponpes Al Ikhsan III, Ustadz Hidayat, Minggu (19/7/2020) sore.

Dikatakannya, program Ngopi Sambil Ngaji rutin dilaksanakan setiap Minggu dengan pengisi rata-rata merupakan mantan napi yang telah sukses dan berakhlak baik.

"Setiap minggunya pengisi kita datangkan secara bergantian, rata-rata yang kami undang adalah seorang mantan napi yang telah sukses, sehingga bisa memotivasi mereka bahwa meski dengan label mantan napi bisa lebih baik lagi dan mendapat perhatian masyarakat," jelasnya.

Plt Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Klas IIB Rowobelang Batang, Fani Yusuf mengatakan pihaknya sangat mendukung dengan adanya kegiatan tersebut hal itu juga berkesinambungan dengan program pembinaan yang ada di Rutan.

"Kami sangat mendukung karena kegiatan positif bersinergi dengan program yang ada, apalgi membawa mantan napi yang sudah ternyata juga bisa sukses jadi motivasi untuk napi lainnya agar mereka juga bersemangat," ujarnya.

Mantan napi dari Rutan Batang juga sudah melakukan beberapa kegiatan sosial, dan membantu masyarakat sekitar.

"Selama pandemi Covid-19, para mantan napi juga menggalang dana untuk memberikan bantuan sembako, hand sanitizer, setta masker kepada masyarakat kurang mampu yang terdampak Covid-19, juga ikut melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah rumah ibadah, dan rumah warga," imbuhnya.

Salah satu napi santri, Ahmad Asip mengaku sangat senang karena mendapatkan ilmu keagamaan dari para ustadz dari Ponpes.

"Tentu kami sangat senang bisa mendapatkan ilmu, belajar agama tapi ngobrol santai dan kumpul dengan teman-teman lainnya, ke depan insyaallah dengan benar-benar merubah perilaku lebih baik stigma masyarakat kepada kami bisa positif dan tidak dipandang sebelah mata," pungkasnya. (din)

WASPADA Peringatan Cuaca Buruk Jateng Terkini, Melanda Blora dan Grobogan

Cerita Duka Pekalongan Ayah Tak Tahu Makamkan Jasad Anak Kandung Korban Pembunuhan

10 Puisi Sapardi Djoko Damono: Hujan Bulan Juni hingga Yang Fana Adalah Waktu

Klarifikasi Dinkes Jateng Penularan Virus di RSUD Moerwardi Solo Bukan dari Klaster Pesta Wisuda UNS

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE : 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved