Berita Demak
PPDP di Bonang Demak Tetap Lakukan Coklit Meski Terdampak Banjir Rob
Sebelum air rob semakin meninggi, ia sendirian mendatangi rumah ke rumah di RT 9, 10, 11, dan 12 untuk melakukan coklit.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pelaksanaan coklit (pencocokan dan penelitian) data pemilih terus dilakukan kendati menghadapi banyak kendala.
Di Desa Purworejo, Kecamatan Bonang, Kabupaten Demak, Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) melaksanaan tugas tersebut di tengah genangan air rob ditambah penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) seperti masker, faceshield, dan sarung tangan.
Yang dihadapi tidak hanya air rob tapi juga pandemi.
• 4 ABG Isi Bensin Tak Mau Bayar di SPBU Ngaliyan Semarang Menyerahkan Diri ke Polisi Diantar Orangtua
• Bu Kades Bojanegara Purbalingga Resmi Ditahan Kasus Pungli Syukuran Pelantikan Perangkat Desa
• Banyak PNS Banjarnegara Digaji Malah Kluyuran Tak Jelas, Bikin Murka Bupati Budhi Sarwono Saat Sidak
• Ancaman Komjen Listyo Sigit Prabowo Babat Habis Polisi Kongkalikong dengan Buronan Djoko Tjandra
Maka tidak ada pilihan lain selain menerjang air rob dan tetap lakukan langkah antisipasi dengan menerapkan protokol Covid-19.
Indah Purwanti, PPDP di Dukuh Surungan, setiap hari melakulan itu.
Sebelum air rob semakin meninggi, ia sendirian mendatangi rumah ke rumah di RT 9, 10, 11, dan 12 untuk melakukan coklit.
"Saya biasanya berangkatnya siang sekira pukul 09.00 WIB," ceritanya kepada Tribunjateng.com, Selasa, (21/7/2020).
Dia menceritakan, pelaksanaan coklit di kampung nelayan yang rawan kena rob tidak mudah. Pada pagi hari rob mulai naik, sedangkan pada sore hari kebanyakan warga sudah berangkat melaut.
"Mau tidak mau ya, nerjang rob. Soalnya kalau sore orangnya pada pergi," ujar Indah menambahkan.
Menurut Indah, terdapat 380 data pemilih yang harus dia coklit. Sejak pelaksanaan coklit serentak pada 18 Juli lalu sampai sekarang, dia mengaku sudah mencoklit 150 data pemilih. Hampir setengah dari keseluruhan data pemilih.
"Sehari paling mendatangi 20 rumah di empat RT sini," ucapnya.
Jumlah itu, tutur dia, bisa kurang dan lebih. Hal itu sesuai dengan kondisi lapangan.
Dia berkomitmen menyelesaikan tugasnya dengan baik meski air rob membuatnya berjalan lambat dengan mencincing rok.
Dan juga selalu hati-hati agar kertas-kertas dokumen coklit itu jangan sampai jatuh ke air.
"Memang kendalanya besar sekali PPDP yang di daerah sini," tandasnya.
(yun)
• Antisipasi Risiko Gempa Bumi, Mahasiswa KKN Undip Inisiasi Bikin Peta Mitigasi Bencana
• Kepala Disporapar Jateng Siap Berkolaborasi dengan Tribunjateng.com
• Muncul Lagi Orderan Fiktif 8.500 Buah Nanas Tujuan Jungsemi Kendal Rugikan Warga Malang Rp 29 Juta
• Cara Mahasiswa KKN Undip Optimalkan Pencegahan Covid-19 via Online