Berita Solo
Kemenag Solo Bolehkan Salat Idul Adha 1441 di Masjid
Kemenag Kota Solo mengizinkan pengelola maupun masyarakat menggelar Salat Idul Adha 1441 Hijriah di masjid dan tanah lapang.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Kemenag Kota Solo mengizinkan pengelola maupun masyarakat menggelar Salat Idul Adha 1441 Hijriah di masjid dan tanah lapang.
Kendati demikian, Plt Kepala Kemenag Solo, Rosyid Ali Safitri mengimbau supaya penyelenggara membatasi warga yang boleh mengikuti salat jamaah merupakan warga sekitar saja.
Begitu juga imam dan khotib Salat Idul Adha diharapkan berasal dari warga sekitar.
• 10 Tahun Hidup Bersama Pasangan, Agus Tak Menyangka Ijab Kabul di Kantor Polsek Laweyan Solo
• Amalan 10 Hari Pertama Bulan Dzulhijjah Sebelum Idul Adha, Tak Hanya Puasa Arafah dan Tarwiyah
• Tanpa Menawar, Ada Warga Semarang Siap Beli Tanah dan Mempersunting Janda Kembang Kudus
• Mereka Berpisah Setelah Tragedi di Gunungpati, Ika: Saya Sudah Tak Mau Lagi Menikah dengan Andik
Pihaknya telah menyebarkan Surat Edaran kaitanya dengan penyelenggaraan Salat Idul Adha kepada para pengelola masjid di Kota Solo. Surat Edaran Nomor 1590 Tahun 2020 itu berisi tentang penyelenggaraan salat idul adha dan penyembelihan hewan kurban tahun 1441 Hijriah/2020 M menuju masyarakat produktif aman Covid-19.
"Kemarin sudah koordinasi dengan pengelola masjid dan menyebar surat edaran. Pada intinya Salat Idul Adha boleh dilaksankan di luar masjid baik di halaman masjid atau tanah lapang. Namun terbatas jamaah sekitar saja. Tidak mengundang khotib dan iman asal luar daerah," kata Rosyid kepada Tribunjateng.com, Rabu (22/7/2020).
Lanjutnya, Pemkot Solo juga akan menggelar Salat Idul Adha di halaman Balai Kota pada 31 Juli 2020.
"Khotib dari Kemenag Solo, imam dari Pemkot. Kita tidak mengundang jamaah asal luar. Kita mencoba mengakomodir jamaah sekitar Kampung Baru," imbuhnya.
Dia menjelaskan, protokol kesehatan tetap diterapkan dalam pelaksanaan salat tersebut seperti jaga jarak dan mengenakan masker.
Pihaknya juga akan menggunakan satu akses masuk guna memudahkan pengawasan dan pengecekan suhu tubuh dari jamaah.
"Kita memberikan masukan kepada khotib supaya tidak terlalu panjang (saat penyampaian khotbah), usahakan singkat padat dan mudah dipahami. Juga disisipkan terkait wabah Covid-19. Pentingnya melakukan pencegahan," jelasnya.
Sedangkan terkait saat penyembelihan, Rosyid meminta supaya tidak ada kerumunan guna antisipasi penyebaran virus Covid-19.
"Kita lakukan pemantauan melalui penyuluh agama yang ada di masing- masing wilayah. Pembagian daging, supaya pengelola mengantarkan ke masing-masing rumah," pungkasnya.
• DPRD Sepakat Makzulkan Faida Bupati Perempuan Pertama di Jember, Ini Penyebabnya
• Guru SD dan SMP Semarang Tak Ditarget Murid Harus Tuntas Belajar
• Kemenparekraf Resik-resik Goa Kreo Semarang Jelang New Normal
• Angka Warga Terpapar Covid-19 di Sragen Terus Naik, Ini Respons Bupati Yuni
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/plt-kepala-kemenag-solo-rosyid-ali-safitri.jpg)