Breaking News:

New Normal 2020

Harapan Stimulus The Fed dan Vaksin Potensial Topang Rupiah

Perkembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri serta harapan adanya stimulus baru dari The Fed berpotensi menguatkan nilai tukar rupiah di awal pekan.

Harian Warta Kota/Henry Lopulalan
Ilustrasi - Penukaran uang dolar ke rupiah. Editor: Mohamad Yoenus 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - - Perkembangan vaksin Covid-19 di dalam negeri serta harapan adanya stimulus baru dari The Fed berpotensi menguatkan nilai tukar rupiah di awal pekan.
Mengutip Bloomberg, Jumat (24/7), rupiah melemah 0,21 persen ke Rp 14.610/dollar AS.

Sementara, kurs tengah Bank Indonesia (BI) mencatat rupiah menguat 0,37 persen ke Rp 14.614/dollar AS.

Analis Global Kapital Investama, Alwi Assegaf mengatakan, rupiah berpotensi menguat karena tersokong sentimen positif dari vaksin covid-19 dari China yang sudah sampai dan dikembangkan di dalam negeri.

Sentimen eksternal seperti harapan adanya paket stimulus tambahan dari The Fed juga berpotensi menyokong penguatan rupiah.

Head of Economics Research Pefindo, Fikri C Permana juga berharap rupiah bisa menguat karena didukung indeks dollar AS dalam tren menurun. Selain itu, risiko pandemi menurun karena adanya vaksin.

Namun, makin meningkatnya tensi ketegangan AS dan China berpotensi membalikkan arah rupiah menjadi melemah lagi.

Alwi memproyeksikan pergerakan rupiah pada hari ini, Senin (27/7) di rentang Rp 14.350-Rp 14.670 per dollar AS, sementara Fikri memproyeksikan rupiah di rentang Rp 14.550-Rp 14.650 per dollar AS.

Adapun, kebijakan stimulus baru AS diperkirakan diumumkan dalam Federal Open Market Committee (FOMC) akan rilis di pekan ini, yaitu pada Kamis (30/7).

Fokus pelaku pasar kini tertuju pada Kongres AS yang sedang membahas paket stimulus baru senilai 1 triliun dollar AS. "Pelaku pasar menunggu hasil keputusan stimulus moneter apa lagi yang bisa

The Fed berikan, bukan berharap pada penurunan suku bunga," kata analis Monex Investindo Futures, Faisyal.

Tentunya pelaku pasar berharap The Fed akan menambah stimulus. Ia berujar, jika stimulus tambahan digelontorkan, dollar AS berpotensi melemah dan rupiah bisa tertopang menguat. (Kontan/Danielisa Putriadita)

Hanya 52 Persen Remaja Pemohon Dispensasi Nikah di Jepara Dalam Kondisi Hamil, 48 Persen Karena Ini

Perbankan Optimistis Habiskan Kuota KUR di Paruh Kedua Tahun Ini

OPINI : Membaca Sebuah Politik Dinasti

Hotline Semarang : Bikin Akta Kelahiran secara Online

Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved