Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Melawan Lupa Tragedi Mencekam 27 Juli, Kantor Dikepung hingga Perusakan Gedung Angkatan Darat

Saat fajar 27 Juli 1996, Kantor DPP Partai Demokrasi Indonesia ( PDI) di Jalan Diponegoro, Jakarta, dikepung massa.

Editor: m nur huda
KONTAN/FRANSISKUS SIMBOLON
Deretan replika batu nisan bertuliskan sejumlah tragedi berdarah di pasang saat memperingati peristiwa 27 Juli 1996 di bekas gedung Partai Demokrasi Indonesia, Diponegoro, Jakarta, Rabu (27/7/2011). Dalam aksinya mereka yang tergabung dalam Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) meminta pemerintah menuntaskan tragedi berdarah 27 Juli. 

Dua jam setelahnya, massa mulai membakar tiga bus kota dan beberapa bus tingkat di Jalan Salemba.

Tak hanya itu, mereka juga membakar beberapa gedung yang ada di Jalan Salemba.

Merespons keadaan ini, aparat mendatangkan lima panser, tiga kendaraan militer khusus pemadam kebakaran, 17 truk, dan sejumlah kendaraan militer lain pada pukul 16.35 WIB.

Setelah itu, massa membubarkan diri dan akhirnya pada pukul 19.00 WIB, api dapat dipadamkan.

Setelah kejadian, sebanyak 171 orang ditangkap karena melakukan perusakan dan pembakaran.

Dari jumlah tersebut, 146 orang merupakan massa pendukung Megawati dan oknum lain, sedangkan 25 orang merupakan massa pro-Soerjadi.

Kerusuhan hari itu mengakibatkan 22 bangunan rusak, misalnya Gedung Persit Chandra Kartika milik Angkatan Darat, lalu Bank Kesawan dan Bank Exim.

Massa juga membakar bangunan lain, antara lain Bank Swarsarindo Internasional, show room Toyota, Bank Mayapada, dan gedung Departeman Pertanian.

Selain itu, kerusuhan juga mengakibatkan terbakarnya 91 kendaraan, termasuk lima bus kota dan 30 kendaraan yang ada di ruang pameran, serta dua sepeda motor.

Namun, informasi tentang jumlah korban tewas dan luka simpang siur.

Pangdam Jaya Mayjen Sutiyoso menyebut "hanya" dua orang yang tewas dan 26 luka-luka.

Ini pun disebut bukan dari kubu Mega, melainkan dari kubu Soerjadi yang mengalami serangan jantung.

Satu lagi adalah satpam yang loncat dari lantai tujuh karena gedungnya hendak dibakar massa.

Sementara itu, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) yang kala itu dipimpin Bambang Widjojanto menyatakan bahwa 47 orang dirawat di RSCM, 10 orang dirawat di RS Cikini, dan 1 orang di RS Fatmawati.

Minggu 28 Juli 1996 sekitar pukul 09.00 WIB, tiga mobil jenazah keluar dari RS Cikini dengan pengawalan tentara.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved