Breaking News:

Berita Semarang

Pelaku Usaha Wedding Organizer di Semarang Siap Terapkan Protokol Kesehatan

Para pelaku usaha jasa hiburan dan wedding organizer (WO) menyambut baik keputusan Bupati Semarang yang memperbolehkan digelarnya proses resepsi perni

IST
Gemari bersama para pelaku usaha hiburan dan wedding organizer foto bersama usai pertemuan menyikapi surat edaran Bupati Semarang, kemarin. 

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Para pelaku usaha jasa hiburan dan wedding organizer (WO) menyambut baik keputusan Bupati Semarang yang memperbolehkan digelarnya proses resepsi pernikahan setelah empat bulan ditutup akibat pandemi Covid-19.

Atas dibukanya kran usaha itu, para pelaku usaha melalui Gerakan Milenial Bumi Serasi (Gemari) Kabupaten Semarang menyatakan siap menjalankan proses resepsi dengan menerapkan protokol kesehatan yang ditetapkan guna mencegah penyebaran Covid-19.

"Pelaku usaha wedding organizer di Semarang siap menerapkannya.

Baru Nikah, Ansari Tega Bunuh Istri karena Salah Kasih Kembalian ke Pembeli, Ini Kesaksian Warga

Sebelum Ditemukan Tewas, Ini Pesan Terakhir Editor MetroTV Yodi Prabowo ke Suci, Pacar Curigai Ini

Kisah Pengakuan PSK Online Semarang: Dari Ayam Kampus hingga Jadi Karyawati, Kini Coba Jualan Baju

Ayu Ting Ting Akan Bentuk Geng Bareng Selvi Kitty Sahabat Dekat Jessica Iskandar

Bahkan sebelum diperbolehkan, teman-teman sudah membuat simulasi proses resepsi dengan protokol kesehatan," kata Ketua Gemari Semarang, Samiaji Herlambang, Senin (27/7/2020).

Diperbolehkannya gelaran resepsi pernikahan tersebut tertuang dalam surat edaran Bupati Semarang yang juga selaku ketua gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 tentang protokol kesehatan pada usaha jasa wedding organizer dan sejenisnya.

Dalam surat edaran itu, disebutkan jika pelaksanaan proses resepsi harus menerapkan protokol kesehatan. Yaitu seluruh pekerja dan pengunjung menggunakan masker, menjaga kebersihan dengan mencuci tangan, dan menjaga jarak (physical distancing) minimal 1 meter.

"Pelaksanaannya nanti, para pelaku usaha hiburan dan wedding, tetap berkoordinasi dengan pihak terkait di antaranya kecamatan, kelurahan, kepolisian dan gugus tugas. Bahkan mereka siap diawasi dan dievaluasi mengenai penerapan protokol kesehatan," jelasnya.

Herlambang mengungkapkan, dikeluarkannya surat edaran dari Bupati Semarang terkait kelonggaran usaha hiburan dan wedding organizer, merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan Gemari Semarang bersama DPRD Kabupaten Semarang.

Dalam audiensi itu, Gemari mendesak agar ada kelonggaran dengan memperbolehkan digelarnya prosesi resepsi pernikahan. Alasannya, perekonomian para pelaku usaha sudah terganggu karena berhenti beroperasi sejak Maret lalu.

"Kami mengapresiasi adanya surat edaran terkait kelonggaran itu. Kemarin, hampir saja teman-teman pelaku usaha melakukan aksi karena terlalu lama tidak bisa menjalankan usahanya. Namun sekarang sudah bisa bernapas agak lega," ujarnya.

Dikatakannya, selain menerapkan protokol kesehatan, para pelaku usaha hiburan dan wedding organizer juga siap mengikuti aturan pembatasan jumlah pengunjung atau tamu undangan. Yaitu 50 persen dari kapasitas gedung.

"Yang terpenting itu usaha tidak berhenti. Karena itu akan berdampak pada perekonomian masyarakat. Padahal dalam satu even resepsi saja, itu multiplier effect dan berdampak pada ratusan bahkan ribuan orang," paparnya.

Herlambang meminta kepada Pemkab Semarang untuk juga menyampaikan surat edaran terkait kelonggaran resepsi pernikahan tersebut kepada pihak kecamatan dan kelurahan atau desa. Hal itu agar semua masyarakat juga mengetahuinya.

"Jika masyarakat tahu, maka diharapkan pelaksanaan resepsi pernikahan dengan protokol kesehatan bisa berjalan lancar," harapnya. (*)

Penumpang Meninggal Dalam Bus di Terminal Tegal, Kondektur Mengira Tertidur

Layanan Posyandu di Kota Salatiga Akan Buka Kembali Bulan Depan

Begini Modus Pengedar Uang Palsu di Tegal Belanja dan Dapat Uang Asli

2 Hari Lagi Puasa Tarwiyah dan Arafah Idul Adha 2020, Ini Bacaan Niat dan Keutamaannya

Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved