Berita Banjarnegara

Puncak Embun Es Dieng Diperkirakan Agustus-September

Fenomena embun es mengiringi pekan awal pembukaan objek wisata Dieng yang dikelola Pemkab Banjarnegara.

Penulis: khoirul muzaki | Editor: m nur huda

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Fenomena embun es mengiringi pekan awal pembukaan objek wisata Dieng yang dikelola Pemkab Banjarnegara.

Kemarin, Minggu (26/7/2020), wisatawan dikejutkan dengan munculnya fenomena embun es di komplek candi Arjuna Dieng.

Fenomena alam ini tak ayal menarik animo wisatawan.

Mereka menyerbu lapangan rumput komplek Candi Arjuna yang jadi spot andalan untuk menyaksikan pemandangan langka itu.

PPP Nyatakan Dukung Gibran di Pilkada Solo, Masruhan: Dia Punya Daya Magis

Masjid Agung Demak Laksanakan Sholat Idul Adha, Jamaah Diwajibkan Patuhi Protokol Kesehatan

Ada 236 Remaja Jepara di Bawah Usia 19 Tahun Ajukan Dispensasi Menikah

Rupanya fenomena embun es ini bukan yang pertama kali. Hanya kemunculan embun beku sebelumnya tak begitu menghebohkan. Maklum, saat embun es muncul beberapa kali di bulan Juni dan Juli, belum banyak wisatawan yang berada di Dieng karena objek wisata masih ditutup menyusul adanya pandemi.

Baru akhir bulan Juli ini, sejak objek wisata Dieng, khususnya candi Arjuna dan kawah Sikidang mulai dibuka (20/7), wisatawan mulai banyak berdatangan ke Dieng.

Mereka yang datang di akhir pekan lalu cukup beruntung karena bertepatan dengan kemunculan fenomena bun upas.

Kabar adanya bun upas di tengah keramaian kembali objek wisata Dieng pun kembali viral.

Pegawai Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Banjarnegara Aryadi Darwanto mengatakan, fenomena embun es yang muncul di penghujung Juli ini agak terlambat. Ia membandingkan pada tahun 2019 lalu, embun es sudah mulai turun di bulan Mei.

"Ini terlambat. Tahun lalu bulan Mei sudah ada,"katanya, (27/7)

Aryadi mengatakan, sebenarnya embun es sudah turun sekitar 8 kali di tahun 2020 ini. Pertama kali fenomena itu lahir di bulan Januari. Fenomena saat itu disebutnya tidak normal karena terjadi di puncak musim penghujan. Tetapi tidak menutup kemungkinan itu terjadi karena faktor anomali cuaca.

Embun es muncul lagi kemudian di bulan Juni dan lebih sering di Juli 2020 sekitar 6 kali, termasuk dua hari berturut-turut akhir pekan kemarin.

Berkaca dari kemunculan embun es tahun lalu, Aryadi mengatakan, puncak turunnya embun es kemungkinan akan terjadi di bulan Agustus dan September.

Tahun 2019 lalu, saat embun es mulai turun bulan Mei, fenomena itu muncul hampir tiap hari di bulan Juli-Agustus.

"Mungkin tahun ini Agustus-September puncaknya,"tanya

Ia pun memperkirakan kunjungan wisatawan ke Dieng akan meningkat ke depan menyusul kabar kemunculan embun es ini. Embun es nyatanya selalu menarik minat wisatawan dari berbagai daerah untuk berkunjung ke Dieng.

Terlebih, fenomena ini muncul bebarengan dengan pembukaan objek wisata Dieng Banjarnegara. Meski saat ini masih terbatas untuk wisatawan Jateng dan DIY.(*)

Sumber: Tribun Jateng
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved