Breaking News:

Berita Dieng

Puncak Embun Upas Diprediksi Agustus, Dieng Culture Festival Batal Digelar

Musim kemarau di dataran tinggi Dieng biasa dibarengi dengan fenomena alam yang unik.

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Musim kemarau di dataran tinggi Dieng biasa dibarengi dengan fenomena alam yang unik.

Dieng biasa dilanda suhu beku hingga titik-titik air yang menempel di dedaunan mengkristal atau menjadi es.

Fenomena langka ini biasa disebut embun es atau bun upas.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, Pemuda Tewas Kecelakaan, Potongan Kaki dan Jari Tangan Tertinggal

Inilah Sosok Mayjen Richard Tampubolon Dankoopssus Baru Diangkat Panglima TNI Hadi Tjahjanto

Mengaku Berhubungan Badan dengan Sejumlah Pria, Wanita Ini Tak Tahu Siapa Ayah Bayi yang Dibuangnya

Selepas Djoko Tjandra Ditangkap, ICW Desak Polisi Selesaikan 2 Kasus Ini

Embun es sudah beberapa kali turun di komplek candi Arjuna Dieng pada Juli 2020 ini hingga menarik wisatawan.

Embun es biasanya turun lebih sering pada puncak kemarau, sekitar bulan Agustus.

Pun di tahun ini tak jauh beda. Puncak musim kemarau di Kabupaten Banjarnegara diprediksi pada bulan Agustus sampai September 2020.

Agustus jadi bulan istimewa bagi penikmat wisata Dieng karena terdapat perhelatan akbar Dieng Culture Festival (DCF) di komplek candi Arjuna.

Ribuan peserta DCF dari berbagai daerah di Indonesia tidak hanya dimanjakan dengan kemegahan even budaya itu.

Jika beruntung, di puncak kemarau itu, saat hawa dingin menyayat kulit, wisatawan akan disuguhi fenomena bun upas di komplek candi.

Bebarengan dengan puncak musim kemarau Agustus mendatang, embun upas diperkirakan masih akan muncul meski tidak bisa dipastikan tanggal kemunculannya.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved