Breaking News:

Berita Semarang

Dimas Pilih Potong Hewan Kurban di RPH karena Dijamin Bersih dan Halal

Tahun ini Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Budidaya Hewan Potong (BHP) Penggaron Kota Semarang lebih banyak menerima hewan kurban yang harus dipotong

Tribun Jateng/Rifqi Gozali
Sejumlah panitia kurban dari LTQ Madani Semarang mengemas daging kurban yang baru dipotong, Sabtu (1/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Tahun ini Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Budidaya Hewan Potong (BHP) Penggaron Kota Semarang lebih banyak menerima hewan kurban yang harus dipotong di sana dibanding tahun sebelumnya.

Salah satu pertimbangan panitia kurban memilih RPH sebagai tempat pemotongan karena jaminan bersih dan halal.

Satu di antara panitia kurban yang memilih RPH Penggaron yakni Dimas Anafadli dari Lembaga Tahfizh Quran (LTQ) Madani Semarang. Ini merupakan kali pertama pihaknya memotong hewan kurban di RPH Penggaron. Alasannya, kata Dimas, di tengah pandemi ini untuk menghindari kerumunan saat pemotongan hewan maka dipilihlah RPH Penggaron.

"Kami panitia juga bisa langsung mengemas daging di sini. Nanti langsung dibagikan ke penerima," kata Dimas.

Selain itu, kata Dimas, jaminan kebersihan daging kurban hasil potongan RPH Penggaron juga menjadi pertimbangan. Selanjutnya yakni RPH bekerja sama dengan juru sembelih halal.

"Jadi dijamin sesuai syariat hewan kurban yang dipotong," ujarnya.

Kepala Unit RPH dan BHP, Ika Nurawati mengatakan, memang tahun ini lebih banyak hewan kurban yang dipotong di RPH. Jika tahun sebelumnya ada 75 ekor sapi yang disembelih di sana. Tahun ini ada 159 ekor sapi yang dipotong dari sejumlah panitia kurban dan instansi di Kota Semarang.

"Sapi disembelih sejak Jumat sampai nanti Senin," katanya.

Untuk memenuhi banyaknya hewan kurban yang harus dipotong, RPH Penggaron mendatangkan 9 tim yang bertugas menguliti hewan kurban. Masing-masing tim berisi tiga orang.

"Untuk sapi paling lama dari motong sampai selesai maksimal 1 jam. Untuk kambing paling lama setengah jam," katanya.

Demi menjaga kualitas daging hasil potongan, sebelum dipotong hewan kurban dicek oleh dua dokter hewan apakah layak dipotong atau tidak.

"Kami juga dibantu oleh petugas dari Dinas Pertanian Kota Semarang ada tiga," katanya.

Dari temuan setelah dilakukan pengecekan oleh dokter hewan, sejauh ini belum ada sapi yang tak layak potong. Hanya saja ada sejumlah sapi yang mengidap cacing hati.

"Kalau ada cacing hati langsung kami singkirkan hatinya supaya tidak dikonsumsi, karena dagingnya masih layak konsumsi," kata dia.(*)

Penulis: Rifqi Gozali
Editor: m nur huda
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved