Breaking News:

Berita Internasional

Trump Bakal Larang Warga AS Main TikTok, Tuding Aplikasi dari China Pencuri Data

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dia melarang TikTok di Amerika Serikat (AS).

APF/ALEX WONG
Presiden AS Donald Trump berbicara selama pengarahan harian Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih di Rose Garden di Gedung Putih 14 April 2020 di Washington, DC. Presiden Trump mengumumkan bahwa dia menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia WHO. 

TRIBUNJATENG.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan dia melarang TikTok di Amerika Serikat (AS).

Bahkan Trump mengatakan kepada wartawan, dia bisa menandatangi perintah esekutif pada Sabtu (1/8/2020).

Mengutip BBC, pejabat keamanan AS juga menyatakan keprihatinannya atas aplikasi berbagi video milik China ByteDance.

Remaja Asal Tangerang Peretas Situs NASA Dikeroyok OTD, Ini Hasil Pemeriksaan Polisi

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun! Ketua DPRD Jepara Imam Zusdi Ghozali Meninggal, Sempat Ke Gresik

Penyerahan Djoko Tjandra dari Kerajaan Malaysia Ke Polisi Indonesia Dilakukan Dalam Pesawat

Lakukan Tes Swab di Vagina dan Hasilnya Negatif, Teknisi Rumah Sakit Ditangkap Polisi  

Pejabat keamanan AS mengklaim, TikTok digunakan untuk mengumpulkan data pribadi warga Amerika.

Mengenai tuduhan yang dilayangkan AS ini, TikTok membantahnya.

Pihak TikTok menegaskan tak ada data yang 'dibagi' dengan pemerintah China.

"Sejauh menyangkut TikTok, kami melarang mereka dari Amerika Serikat," kata Trump kepada wartawan di Air Force One.

Namun, belum ada rincian tentang apa yang dilarang Trump terkait TikTok di AS, atau bagaimana larangan tersebut akan ditegakkan dan tantangan hukum apa yang akan dihadapi.

CEO TikTok: Kami Bukan Musuh

Lebih jauh, para pejabat dan politisi AS mengaku merasa khawatir dengan data yang dikumpulkan ByteDance melalui TikTok.

Halaman
1234
Editor: m nur huda
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved