Breaking News:

PSIS Semarang

PSIS Semarang Berharap Dana Subsidi dari PT. LIB di Atas Rp 1 Miliar

PSIS Semarang menjadi klub yang cukup vokal mempertanyakan nilai hak dana subsidi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk klub yang dirasa masih kura

TRIBUN JATENG/FRANCISKUS ARIEL
GM PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - PSIS Semarang menjadi klub yang cukup vokal mempertanyakan nilai hak dana subsidi dari PT. Liga Indonesia Baru (LIB) untuk klub yang dirasa masih kurang yaitu Rp 800 juta per bulannya.

Bagi klub PSIS Semarang, tim kebanggaan masyarakat Jawa Tengah itu berharap hak dana subsidi untuk setiap klub di atas 1 Miliar rupiah.

General Manager PSIS Semarang, Wahyu "Liluk" Winarto mengungkapkan pihaknya akan mempertanyakan dana subsidi bulanan tersebut pada manager meeting lanjutan antara 18 klub peserta Liga 1 dan PT. LIB pada Senin (3/8) besok.

Video Viral CCTV, Detik-detik Bus Sugeng Rahayu Tabrak Benteng Takeshi Pasar Kertek

Gubernur Ganjar Sebut Ada Kepala Daerah Sombong Tak Mau Lakukan Tes Corona ke Warganya

Ganjar Sebut 2 Penyakit Bawaan Ini Jadi Biang Kerok Tingginya Angka Kematian Pasien Corona Jateng

KABAR TERBARU: Kapan Sekolah Tatap Muka Dimulai? Ini Kata Mendiknas Nadiem Makarim

Kata Liluk, besaran dana subsidi senilai 800 juta tersebut sangat kurang jika berbicara soal operasional klub.

Wacana kompetisi Liga 1 segera di gelar mau tidak mau setiap tim harus mempersiapkan dana operasional. Namun, karena dihadapkan dengan situasi covid-19, sehingga pertandingan harus di gelar tanpa penonton, klub kesulitan mendapatkan pemasukan.

"Kita akan mempertanyakan soal itu dalam manager meeting nanti, harapannya naik dari besaran yang ditetapkan LIB. Ya harapannya sih di atas 1 lah," kata Liluk kepada Tribunjateng.com, Minggu (2/8).

Dia mengatakan, berdasarkan oengalaman pada musim-musim sebelumnya di Liga 1, biasanya klub harus mengeluarkan dana sampai 2 miliar rupiah tiap bulan.

Selain akan mempertanyakan nominal dana subsidi, Liluk menyebut pihaknya juga akan mempertanyakan hak komersial yang swharusnya didapatkan klub ketika pertandingannya disiarkan swcara live di televisi ternyata tidak akan didapatkan klub.

"Hak komersial kita tidak dapat. Makanya kita juga harus tanyakan itu besok. Hak komersial sebetulnya harus ada, makanya besok akan kita tanyakan," katanya.

"Karena minimal 1,5 miliar rupiah pengeluaran kita. Kadang sampai 2 Miliar," tambahnya. (arl)

Pelatih PSIS Semarang Dragan Djukanovic Sambut Baik Wacana Pergantian 5 Pemain di Liga 1

Kejati Jateng Tetap Amankan Proyek Strategis Senilai Rp 1,8 Triliun Meski TP4D Dibubarkan

3 Personel Polres Kebumen dapat Penghargaan Kenaikan Pangkat dari Kapolri

Apakah Warga Jateng Patuhi Protokol Kesehatan? Ini Kata Gubernur Ganjar

Penulis: Franciskus Ariel Setiaputra
Editor: muh radlis
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved