Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Dispertan Temukan 63 Sapi Kurban Terkena Cacing Hati di Kota Semarang

Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang menemukan sekitar 63 sapi kurban yang terkena penyakit cacing hati pada perayaan Idul Adha ta

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: muh radlis
TRIBUN JATENG/EKA YULIANTI FAJLIN
Juru sembelih menyembelih hewan kurban Pemkot Semarang di Balai Kota Semarang, Senin (3/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Kota Semarang menemukan sekitar 63 sapi kurban yang terkena penyakit cacing hati pada perayaan Idul Adha tahun ini.

Hal tersebut diketahui setelah petugas Diapertan dan dokter hewan dari persatuan dokter hewan Indonesia (PDHI) melakukan pemeriksaan hewan kurban sejak hari H Idul Adha hingga Minggu malam.

Kepala Dispertan Kota Semarang, Hernowo Budi Luhur mengatakan, jumlah kasus penyakit cacing hati dimungkinkan akan bertambah mengingat hari tasyrik berakhir hingga Senin (3/8/2020) ini.

Beredar Video dan Foto Ijab Kabul Pernikahan Cak Malik yang Digosipkan Suami Nella Kharisma: Sah!

Dulu Saya Diburu Satpol PP, Sekarang Saya Memburu Satpol PP

Ini Rentetan Kecelakaan Mengerikan di Simpang Pasar Kertek Wonosobo, Benteng Takeshi Saksi Bisu

Inilah Daftar Nama Tokoh yang Hadiri Deklarasi KAMI, Gatot Nurmantyo & Rizal Ramli Tidak Hadir

Selain menjumpai penyakit cacing hati pada sapi, Dispertan juga menemukan 2 kambing yang mengalami pnemonia dan 1 kerbau terkena cacing hati.

"Teman-teman masih melakukan pemantauan karena hari ini hari terakhir. Jumlahnya kemungkinan bertambah," ucap Hernowo saat penyembelihan hewan kurban di Balai Kota Semarang, Senin (3/8/2020).

Lebih lanjut, Hernowo menyebutkan, petugas Dipertan dibantu oleh dokter hewan dari PDHI telah memantau 394 titik penyembelihan se-Kota Semarang.

Sejauh ini, ada 1.532 sapi, 4.079 kambing, 145 domba, dan 3 kerbau yang disembelih di Kota Semarang selama hari raya Idul Adha.

Pihaknya menurunkan 160 personil untuk melakukan pengecekan dari masa penjualan hingga pemotongan hewan kurban.

Pemeriksaan hewan kurban dilakukan sebelum dan setelah disembelih. Pihaknya ingin memastikan daging yang dikonsumsi masyarakat benar-benar aman.

"Ketika masih hidup dilihat ciri-ciri fisiknya, cacat atau tidak, kemudian beberapa ciri lain.

Setelah disembelih, baru kami lihat dagingnya sehat atau tidak.

Yang terkena penyakit, kami singkirkan atau buang jeroannya, dagingnya aman," jelasnya. (eyf)

Isu Data Pasien Covid-19 di Kudus Direkayasa agar Anggaran Mengucur Lebih, Apa Kata Bupati?

ASN Pemkot Sembarang Sembelih 10 Sapi dan 50 Kambing pada Idul Adha Tahun Ini

Ini Target Asisten Pelatih PSIS Semarang Achmad Rezal Octavian Usai Dapat Lisensi B AFC

6 Pencuri Motor Ditangkap Selama Operasi Sikat Jaran Candi di Salatiga

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved