Berita Internasional
Ada WNI Jadi Korban Ledakan di Beirut Lebanon, Ini Kabar Terkini dari KBRI
Seorang WNI mengalami luka akibat ledakan di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020). KBRI Beirut akan terus melakukan pendampingan hingga WNI
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Seorang warga negara Indonesia ( WNI) mengalami luka ringan akibat ledakan besar yang terjadi di Beirut, Lebanon, pada Selasa (4/8/2020).
"Salah satu korban luka adalah WNI yang telah berhasil dikontak KBRI dan saat ini dalam kondisi stabil serta dapat berkomunikasi dengan baik," demikian keterangan tertulis resmi Kementerian Luar Negeri, Rabu pagi.
KBRI Beirut akan terus melakukan pendampingan hingga WNI yang terluka itu pulih.
• Masih Berperang, Israel Tawarkan Bantuan Penanganan Ledakan di Beirut Lebanon
• Inilah 29 Negara yang Telah Membuka KBM Sekolah di Masa Pandemi Corona
• Ditemukan Amonium Nitrat pada Lokasi Ledakan di Beirut Lebanon Sejumlah 2.750 Ton
• Foto dan Video Ledakan di Beirut Lebanon yang Tewaskan Puluhan Orang, Getaran Dikira Gempa
Adapun Duta Besar RI untuk Libya Hajriyanto Thohari mengatakan, WNI tersebut saat ini sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit.
"Satu WNI yang sedang di karantina di RS Rafiq Hariri, Beirut, yang tidak jauh dari lokasi ledakan, juga sudah terkonfirmasi aman," kata Hajriyanto, dalam keterangan tertulis, Rabu pagi.
Hajriyanto memastikan seluruh WNI di Beirut dalam keadaan selamat.
"Berdasarkan pengecekan terakhir seluruh WNI dalam keadaan aman dan selamat. Dalam catatan KBRI, terdapat 1.447 WNI, 1.234 diantaranya adalah Kontingen Garuda dan 213 merupakan WNI sipil termasuk keluarga KBRI dan mahasiswa," kata Hajriyanto.
Ia menambahkan, KBRI Beirut telah menyampaikan imbauan melalui grup WhatsApp dan melalui simpul-simpul WNI lainnya di Beirut.
KBRI juga telah mengimbau para WNI untuk segera melapor apabila berada dalam situasi tidak aman.
"KBRI telah melakukan komunikasi dengan pihak Kepolisian dan meminta laporan segera apabila ada update mengenai WNI dan sepakat akan segera menyampaikan informasi kepada KBRI," ucap dia.
Ledakan terjadi pada pukul 18.02 waktu setempat, yang mengakibatkan korban meninggal dan luka-luka.
Lokasi ledakan berdekatan dengan pusat kota Beirut dan berjarak sekitar 7 km dari KBRI Beirut.
Peristiwa ledakan di Beirut Lebanon yang dahsyat ini menyisakan duka.
Banyak korban meninggal, luka, dan situasi masih mencecekam.
Seluruh kawasan pelabuhan dilalap api, kapal-kapal berkobar di laut, dan bangunan-bangunan hancur, di lokasi terjadinya ledakan dahsyat di kawasan pelabuhan Beirut yang membuatnya menyerupai kawasan pasca-ledakan nuklir.
Para tentara menutup area pelabuhan itu, di mana kaca dan puing-puing dari ledakan berserakan, yang menurut para pejabat bencana terjadi akibat dari kebakaran di sebuah gedung tempat ratusan ton amonium nitrat disimpan.
Di antara kekacauan, seorang wanita berusia 20-an tahun berdiri berteriak kepada pasukan keamanan, bertanya tentang nasib kakaknya, seorang karyawan pelabuhan.
"Namanya Jad, matanya hijau," begitu teriaknya berusaha mendeskripsikan kakaknya agar dapat ditemukan karena pasukan keamanan tidak akan membiarkannya masuk dengan sendirinya.
Dilaporkan AFP pada Rabu (5/8/2020), di dekat wanita itu ada seorang wanita lainnya yang hampir pingsan saat menanyakan juga keberadaan saudara lelakinya yang bekerja di pelabuhan.
Setidaknya sepuluh orang tewas dalam ledakan hebat di Beirut, kata kantor berita Reuters.
Sirene ambulans berbunyi di seluruh area semakin memecahkan suasana, ketika kendaraan itu mengangkat jenazah-jenazah yang bergelimpangan di sana.
Setidaknya 3 jam ambulans itu hilir-mudik bersama dengan truk pemadam kebakaran yang bergegas keluar-masuk zona ledakan.
Di dalam pelabuhan itu sendiri, hanggar tampak seperti kaleng hangus, semuanya hancur tanpa bisa dikenali, ketika helikopter pemadam kebakaran terbang di atas untuk menurunkan air di gedung yang dilalap api itu.
Barang-barang yang ditinggalkan di Hangar tersebar di seluruh area.
Di sebelah satu tas tak tersentuh, tergeletak mayat tanpa pengawasan.
Setiap kendaraan yang diparkir dalam radius beberapa ratus meter mengalami kerusakan akibat ledakan di Beirut.
Begitu besarnya hingga terasa di Siprus, yang berjarak 240 kilometer.
Mayat di mana-mana
Mobil-mobil yang paling dekat dengan lokasi ledakan, berubah menjadi logam bekas.
Alarm meraung-raung, dan kilatan lampu menambah kekacauan.
Para petugas pemadam kebakaran yang kelelahan bergegas ke tempat kejadian, beberapa mencari rekan yang dikirim untuk memadamkan api yang berkobar di gedung penyimpanan amonium nitrat , sebelum ledakan besar mengguncang kota.
Dengan bantuan pasukan keamanan, tim pertahanan sipil menjelajahi daerah itu untuk mencari mayat, ketika para petugas berteriak pada wartawan yang berusaha mendokumentasikan bencana.
"Gambar apa yang kamu ambil? Ada mayat di mana-mana," kata salah satu dari pasukan.
Sementara ini, pada pukul 02.00 pagi dikonfirmasi korban tewas ada 73 orang, dan lebih dari 3.000 orang terluka, di mana rumah sakit berjuang untuk mengatasinya.
Namun, penghitungan akhir diperkirakan angkanya jauh lebih tinggi yang tidak bisa dihindari.
Anggota pasukan keamanan menangis ketika salah satu rekan mereka dibawa di atas tandu sebagai jenazah.
Seorang rekan polisi mengeluarkan foto almarhum dengan tunangannya ketika rekan-rekannya menangis.
Sebuah kapal yang berlabuh di pelabuhan yang terbakar diikuti ledakan yang terlihat jamur api, menyebabkan kepanikan di antara pihak berwenang karena khawatir bahan bakar di atas kapal akan memicu tragedi lainnya.
Di trotoar dekat lokasi ledakan, duduk 10 anggota awak dari dua kapal kargo yang rusak dalam ledakan, menunggu untuk dirawat oleh petugas medis.
"Kapal itu tenggelam di air, ledakan itu menyebabkan lubang di dalamnya, dan ada cedera serius di kapal," kata seorang anggota awak kapal Mesir, Mero Star.
"Kami mendengar letupan dan kami melihat asap keluar dari gudang, dan setelah beberapa menit ledakan terjadi," kata anggota kru lain, yang meminta tidak disebutkan namanya.
Awak kapal Suriah dan Mesir tiba di pelabuhan pada Selasa dengan kapal yang membawa kargo dari Ukraina, dan banyak yang berencana untuk pulang pada hari itu.
"Dari hari kami berlayar enam bulan lalu, kami telah menanti-nantikan hari kepulangan ini," kata seorang pelaut Suriah.
Anggota awak Mesir lainnya mengatakan dia berencana untuk pulang pada Rabu setelah berbulan-bulan di laut.
"Tapi, saya tidak akan bisa," katanya kepada AFP. "Aku tidak tahu harus berbuat apa," sambungnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Satu WNI Luka akibat Ledakan di Beirut, Begini Kondisinya"
• Info Gempa Hari Ini: Sumbar Diguncang Gempa Magnitudo 5.2 Pukul 06:51 WIB
• Jadi Sarjana, Sita Tepati Nazar Mandi Darah Kerbau, Ini Kisahnya