Berita Banjarnegara
Misteri Hilangnya Candi di Gunung Sipandu Dieng Perbatasan Banjarnegara-Batang
Misteri situs diduga Ondo Budho di bukit Sipandu Dieng masih belum terpecahkan.
Penulis: khoirul muzaki | Editor: galih permadi
Aryadi menyebut, tangga perosotan digunakan penduduk zaman dahulu untuk menarik gerobak pengangkut barang.
Setelah tanah di samping batu digali, ia pun tak menemukan struktur anak tangga.
Aryadi menemukan batu berbentuk persegi yang permukaan luarnya halus, namun permukaan bawahnya yang menempel tanah kasar.
Tetapi ia menyangsikan jika benda itu anak tangga.
"Kalau anak tangga tidak selebar ini. Untuk pijakan pejalan kaki, harusnya tidaak selebar ini,"katanya
Menurut Aryadi, belum ada kesimpulan pasti terkait penemuan situs di gunung Sipandu ini.
Di sisi lain, lebih masuk akal jika temuan itu dikatakan tangga model perosotan karena tidak ditemukannya anak tangga.
Tetapi untuk menyimpulkan ini pun perlu penelitian lebih lanjut.
Selain akses lalu lintas orang, masyarakat zaman dulu memerlukan juga akses transportasi barang.
Tidak mudah membawa barang melewati medan berbukit dataran tinggi Dieng.
Jalur khusus dibutuhkaan untuk memudahkan warga mengangkut barang ke Dieng.
Makanya, selain Ondo Budho untuk jalur pejalan kaki, Belanda juga menyebut adanya jenis lain Ondo Budho untuk jalur gerobak pengangkut barang.
Dieng sebagai pusat peribadatan umat Hindhu memiliki banyak bangunan candi dan infrastruktur penting lain di zamannya.
Bangunan-bangunan megah di zamannya itu tentunya butuh material dalam jumlah besar.
Tidak menutup kemungkinan batu-batu untuk membangun candi itu dipasok dari daerah luar.
Karenanya, cerita warga Dusun Bitingan Desa Kepakisan tentang legenda batu Rawe cukup masuk akal.
Populer mitos di kalangan warga, batu-batu untuk membangun candi di komplek Candi Arjuna diambil dari tempat mereka.
Sementara jalan pintas mencapai pusat peribadatan Dieng harus menaiki gunung Sipandu, melalui situs diduga tangga yang ditemukan sekarang.
Jika benar situs itu adalah tangga, bisa jadi pemanfaatannya untuk jalur gerobak pengangkut batu dari Bitingan menuju Dieng, berjarak sekitar 5 kilometer.
(*)
• Indonesia Terancam Dilarang Tampil di Piala Thomas dan Uber 2020 Denmark, Ada Apa?
• Tempat Kos di Banjarnegara Ini Dipakai untuk Bisnis Esek-esek, Sekali Kencan Rp 500 Ribu
• KIT Batang Butuh Ribuan Pekerja, Pengangguran Lulusan SMA Silakan Daftar Kerja ke Pak Kades
• Patung Bung Karno Setinggi 10 Meter Akan Hiasi Polder Tawang Semarang