Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Viral Video Siswa Kritik Belajar Online: Google Lebih Pintar, Tapi Guru Membentuk Karakter

Viral video seorang pelajar yang mengungkapkan keluhan mengenai kebijakan belajar jarak jauh atau daring (online) di tengah pandemi covid-19.

Editor: m nur huda
insta_julid
Tangkap layar video pelajar yang mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). 

TRIBUNJATENG.COM - Viral video seorang pelajar yang mengungkapkan keluhan mengenai kebijakan belajar jarak jauh atau daring (online) di tengah pandemi covid-19.

Kebijakan belajar jarak jauh atau daring (online) masih diberlakukan di beberapa titik daerah. Kebijakan tersebut pun menuai pro kontra masyarakat.

Banyak orangtua yang setuju dengan kebijakan itu lantaran tidak ingin sang anak terinfeksi virus corona (Covid-19) di sekolah.

Hari Ini Anji Akan Diperiksa Polisi Terkait Video Obat Covid-19 Hadi Pranoto

Acara 100 Hari Didi Kempot Bakal Hadirkan Gus Miftah, Ini Souvenir untuk Tamu

Kondisi Terkini 3 Korban Penyerangan Oknum Ormas di Solo Sudah Dirawat Jalan

Namun tak sedikit pula orangtua yang mengeluhkan kebijakan tersebut karena persoalan internet.

Sementara itu, baru-baru ini viral di media sosial seorang siswa yang belum diketahui namanya itu terekam kamera mengkritik kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Dalam video yang beredar itu, siswa tersebut terlihat berbicara di dalam suatu ruangan yang berisi sejumlah orang.

"Belajar daring itu kurang efektif dibanding sekolah, betul teman-teman? Jadi saya benar-benar mewakili sepertinya. Karena di sini mungkin ada yang habis absen tidur lagi ada? Ada," katanya.

Menurut siswa tersebut, PJJ tidak akan efektif tanpa kehadiran seorang guru.

"Karena seperti itu, bu. Kita kurang efektif tidak seperti di sekolah. Di sekolah kita dipantau langsung sama guru. Guru itu kan digugu dan ditiru. Dan ada wacana saya lihat di berita, saya gak tahu ini benar apa enggak, bahwa PJJ ini akan dilaksanakan dengan permanen. Sedangkan kalau kita belajar cuma mau pintar, Google juga lebih pintar daripada sekolah, benar menurut saya," katanya.

Menurut siswa tersebut, tidak perlu sekolah jika hanya ingin pintar. Sebab semua pengetahuan kini gampang diakses melalui internet.

Kendati demikian, seorang guru memiliki kelebuihan tersendiri.

"Iya, semua ada di Google. Kalau guru sejarah, ya sejarah saja. Ditanya matematika, ya tanya guru matematika. Begitu. Tapi kalau Google tahu semua dia. Itu menurut saya," katanya.
"Jadi kelebihan guru itu memiliki perasaan terhadap siswa. Mereka mendidik, mereka mengajar, mereka membentuk karakter kita siswa-siswa Indonesia," sambungnya.

Unggahan tersebut ditanggapi oleh para netizen. Mereka memberikan komentar mengenai kebijakan belajar jarak jauh atau daring (online) di tengah pandemi covid-19.

"Setuju. Gw udah gak sekolah sih, tapi tiap hari ngajarin adek gw di rumah. Isinya tiap hari berantem mulu, gw gak bakat jadi guru," tulis @lianasetiawatii.

"Setujuuuuuuuuuuuuuuuu...mending sekolah offline aja...biar mamak ga ikut stresss," tulis @nessavalerieerwanto.

"Ada anak yg gk kebeli kuota sekolah sendiri jd viral, justru enak kan sekolah bs tanya langsung kl gk ngerti. Kl belajar online permanen, bubar pendidikan, matematika yg sulit apa cukup, lewat online tanya jawabnya? Kl belajar online sama aja sekolah persamaan alias sekolah kejar paket," tulis @budien_ahmed_siregar.

"Klo anak yg suka bolos dia demen bgt sekolah daring,krna dngn daring ini nilai rapot dia terselamatkan alfa jdi berkurang dan naik kelas," tulis @dinareginafeter.

"Ga efektif krn Daring bikin anak sekolah kehilangan mata pencaharian (uang jajan), apa lg yg dh punya pacar disekolah.. Ngebet bgt pasti pengen buru2 sekolah lg..

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved