Berita Kendal
1.400 Warga Kedunggading Kendal Tanam Sayur di Pekarangan Rumah
Di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal, masyarakat sudah mulai menanam sejumlah tanaman kebutuhan pokok sehari-hari.
Penulis: Saiful Ma sum | Editor: abduh imanulhaq
TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Banyak cara yang bisa dilakukan masyarakat untuk membantu terwujudnya ketahanan pangan setelah di landa Pandemi Covid-19.
Di Desa Kedunggading, Kecamatan Ringinarum, Kendal, masyarakat sudah mulai menanam sejumlah tanaman kebutuhan pokok sehari-hari.
Sebanyak 1.400 keluarga dari 4.000-an penduduk mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk bercocok tanam.
• Mengapa Malam Ini Wilayah Jateng dan Yogyakarta Diguyur Hujan? Ini Jawaban BMKG
• Suasana Duka Selimuti Kediaman KH Ahmad Naqib Noor AH di Semarang
• Kasus Irwansyah Dihentikan, Laudya Cyntya Bella Sebagai Pemilik Saham Terbesar Buka Suara
• Syarat & Cara Pelaku Usaha Mikro Dapat Bantuan 2,4 Juta, Teten Masduki: Pertengahan Agustus Kickoff
Jenis tanaman yang dirawat kebanyakan tanaman yang mudah tumbuh dan bermanfaat bagi kebutuhan sehari-sehari.
Seperti contoh sawi, lobak, cabai, terong, timun, singkong, ketela, bawang merah, aneka sayuran, buah-buahan hingga bumbu dapur.
Kepala Desa Kedunggading, Budiono mengatakan, kegemaran warganya bercocok tanam mulai terlaksana setelah dihantam pandemi covid-19.
Kata Budiono, perintisnya adalah warga Dusun Tapak Timur Desa Kadunggading dengan aneka macam tanamannya melalui Program Kampung Iklim (Proklim).
"Awalnya warga Dusun Tapak Timur dengan kebun sayuran, kebutuhan dapur, hingga buah-buahan. Hasilnya dibagikan ke warga sekitar sehingga banyak warga yang mulai menanam sendiri di pekarangannya," terang Budiono, Rabu (12/8/2020).
Suksesnya menumbuhkan hobi baru pada warganya di Dusun Tapak Timur membuat Budiono ingin warga di dusun lain menirunya.
Sebagai stimulus, ia membagikan 10 polibeg beserta aneka tanaman cuma-cuma untuk masing-masing keluarga.
Setidaknya terdapat 1.400 keluarga di desanya yang diprogramkan mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Kendal.
Budiono juga berharap stimulus 10 tanaman itu nantinya bisa dikembangkan baik dari segi jumlah maupun jenis tanamannya sesuai kapasitas pekarangan yang dimilikinya.
Hasilnya, bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, berbagi kepada tetangga, maupun sebagai sarana menambah penghasilan keluarga.
"Jadi masyarakat bisa melihat langsung yang dihasilkan warga Tapak Timur dan boleh berbagi resep menanam. Kita berharap dengan berjalannya program ini nanti bisa menumbuhkan ekonomi warga juga. Misal menyediakan tanaman bisa dibeli warga lain atau juga meningkatkan budidaya lain seperti ikan air tawar," harapnya.
Khuzaimah, warga Tapak Timur mengaku kesenangan memanfaatkan pekarangan depan rumah untuk bercocok tanam mulai ada sejak pandemi covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pertanian-desa-kedunggading.jpg)