Berita Semarang
Suasana Duka Selimuti Kediaman KH Ahmad Naqib Noor AH di Semarang
Ratusan pelayat meadati area dalam dan depan kediaman Almarhum Imam Besar Masjid Agung Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: sujarwo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan pelayat memadati area dalam dan depan kediaman Almarhum Imam Besar Masjid Agung Semarang KH Ahmad Naqib Noor Al-Hafidz di daerah Pungkuran, Kauman, Semarang Tengah, Kota Semarang, Selasa (11/8/2020) malam.
Berbagai karangan bunga, di antaranya dari Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan Wagub Jateng Taj Yasin juga terpasang di area depan rumah duka.
Hingga pukul 21.39 WIB, para pelayat masih berdatangan memadati rumah duka Almarhum meskipun rintik-rintik hujan membasahi wilayah Kauman sejak petang.
• Pegawai Swasta Ramai-ramai Buka Rekening, BCA Kudus Kebanjiran Permohonan Nasabah Baru
• Kapolresta Solo Kombes Pol Andy Rifai Diganti, Kini Dijabat Mantan Dirreskrimsus Polda Lampung
• Mengapa Malam Ini Wilayah Jateng dan Yogyakarta Diguyur Hujan? Ini Jawaban BMKG
• Perusahaan Milik Keluarga Suami Nia Ramadhani Bakrie Group Raih Untung Rp 800 Miliar di Tahun 2019
Suasana duka menyelimuti pelaksanaan tahlil.
Hampir semua pelayat terlihat ingin masuk ke rumah dan melihat jenazah tokoh agama yang juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Mathlabu Mafaazil Quran (MMQ) Kauman Semarang tersebut.
Anak pertama Almarhum, Muntakhibatul Usyroh menceritakan almarhum dirawat di Klinik Esensia, Pedurungan dan menghembuskan napas terakhirnya di sana pada sekitar pukul 15.30 WIB.
“Sebelumnya sudah pernah dirawat di Klinik Esensia selama lima hari. Awal mulanya beliau merasa tidak enak badan,” ungkap wanita yang kerap disapa Mumun tersebut.
Karena kekhawatiran pihak keluarga terkait masih adanya pandemi Covid-19, maka Klinik Esensia menjadi pilihan dirawatnya Almarhum KH Ahmad Naqib Noor dibanding rumah sakit besar.
“Setelah diperiksa, ternyata trombositnya rendah. Mengarahnya kalau tidak demam berdarah ya tifus,” imbuhnya.
KH Ahmad Naqib Noor sendiri kondisinya sempat membaik dan pulang kembali ke rumah, namun pada Minggu (9/8/2020) lalu kondisinya kembali memburuk.
Jenazah akan dimakamkan di Masjid Kauman Semarang pada Selasa (12/8/2020) bakda dzuhur atau sekitar pukul 14.00 WIB.
Pemakaman tersebut rencananya akan dihadiri oleh Ketua Takmir Masjid Agung Semarang KH Hanief Ismail, Ketua MUI Jawa Tengah Dr KH Ahmad Daroji dengan sambutan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi dan tokoh-tokoh lain.
Menurut santri di Pondok Pesantren MMQ, Agus Arif, kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi seluruh anak didiknya.
Termasuk warga yang biasa mengikuti pengajian rutin Semaan Alquran di Masjid Kauman.
“Beliau dirawat selama beberapa hari di Klinik Esensia dan menghembuskan nafas terakhir saat akan dirujuk ke RSUP Kariadi,” ujar Agus Arif yang menjaga di ruang rawat inap selama almarhum dirawat.