Berita Regional
Hendry Jovinski Tewas Ditikam Orang Tak Dikenal di Papua, Orangtua di Yogya Minta Pelaku Ditangkap
Keluarga staf KPU Yahukimo, Hendry Jovinski yang tewas ditikam orang tidak dikenal (OTK) meminta pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal.
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Keluarga staf KPU Yahukimo, Hendry Jovinski yang tewas ditikam orang tidak dikenal (OTK) meminta pelaku segera ditangkap dan dihukum setimpal.
“Saya minta diusut tuntas siapapun pelakunya ditangkap kalau memang terbukti kasih hukuman yang setimpal atas perbuatannya, kita tidak mungkin membalas kematian anak kita,” ujar ayah Hendry, Sugeng Kusharyanto (54) kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).
Dikatakan Sugeng , keluarga sempat mencari tahu kronologi pasti pembunuhan terhadap Hendry. Keluarga hanya mendapatkan informasi dari media sosial.
• Mengapa Malam Ini Wilayah Jateng dan Yogyakarta Diguyur Hujan? Ini Jawaban BMKG
• Pegawai Swasta Berbondong-bondong Bikin Rekening Baru di BCA Purwokerto Demi Bantuan Rp 600 Ribu
• Inilah Sosok 4 Pelaku Penyerangan di Solo Ditetapkan Tersangka, Ini Ancaman Irjen Pol Ahmad Luthfi
• Baim Wong dan Paula Verhoeven Sering Diikuti Orang dan Ditunggui di Depan Rumah

“Saya sempat menanyakan detail kejadian yang menimpa Henry kepada Sekretaris KPU Yahukimo, tetapi dia tidak berani menjelaskan secara detail,” katanya.
Dirinya mempertanyakan anaknya menjadi korban penyerangan. Sebab, anaknya hanya bekerja sebagai tenaga Informasi teknologi (IT).
"Anak saya bukan penentu pemenang Pilkada atau penentu siapa diterima sebagai caleg, tanda tangannya tidak dibutuhkan.
Karena sebagai orang IT kan hanya di belakang layar,” katanya.
Sugeng sempat menjadi tempat bercerita sang anak saat pulang ke rumah.
Hendry ketika itu memiliki keinginan untuk menulis sebuah buku yang berisi kondisi KPU di sana.
“Saya menyarankan untuk Hendry mencatat dan merekam kejadian di sana.
Diketahui, Hendry Jovinski, staf KPU Yahukimo tewas dibacok orang tak dikenal (OTK) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Papua, pada Selasa (11/8/2020) siang.
Sementara rekannya Kenan Mohi (38) selamat.
Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw mengatakan, kejadian berawal saat sekembalinya keduanya mengantarkan obat kepada Karolina Pahabol (30), istri Kenan Mohi sekitar pukul 14.30 WIT.
"Saat berada di tengah jalan keduanya dihadang warga yang menanyakan asal korban dan minta keluarkan KTP.
Namun, saat korban mengeluarkan KTP, dia ditikam dari belakang yang tak lama kemudian datang seorang warga yang ikut menyerang korban," ujar Paulus, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (11/8/2020).