Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Internasional

Kibarkan Bendera Hitam, Ribuan Warga Israel Demo Tuntut Netanyahu Mundur

Ribuan warga Israel masih melanjutkan aksi protesnya di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (22/8/2020).

Tayang:
Editor: m nur huda
Twitter @BlueRavenUSA
Aksi demonstrasi menuntut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mundur di Yerusalem, Sabtu (1/8/2020) 

TRIBUNJATENG.COM, YERUSALEM – Ribuan warga Israel masih melanjutkan aksi protesnya di depan kediaman Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (22/8/2020).

Para pengunjuk rasa ingin Netanyahu melepaskan jabatannya saat dia diadili atas tuduhan korupsi.

Mereka juga menuntut atas buruknya penanganan virus corona di Israel sebagaimana dilansir dari The National, Minggu (23/8/2020).

Para pengunjuk rasa berkumpul dari sejumlah titik di Yerusalem dan berjalan bersama sepanjang jalan utama menuju kediaman Netanyahu di Jalan Balfour.

Inilah Rincian Rencana Pembelian Alutsista Tahun 2021 untuk TNI AD, TNI AU, TNI AL

Apa Alasan Pebalap MotoGP Menurunkan Kaki Jelang Tikungan? Ini Jawaban Rossi

Telkomsel Luncurkan Paket Kuota Belajar 10 GB Rp 10, Mulai 21 Agustus hingga 31 Desember

Beda Amien Rais dan PAN Menurut Zulkifli Hasan: Pak Amien Ibarat Pesawat Tak Ada Remnya

Mereka mengangkat balon raksasa yang menggambarkan kepala Netanyahu dan saingannya yang berubah menjadi mitra koalisinya, Benny Gantz.

Mereka juga mengibarkan bendera Israel dan bendera hitam yang merupakan simbol salah satu gerakan protes akar rumput.

PM PM Netanyahu, dalam pernyataan melalui Twitter, menggambarkan kesepakatan Israel dan UEA membuka hubungan diplomatik sebagai
PM PM Netanyahu, dalam pernyataan melalui Twitter, menggambarkan kesepakatan Israel dan UEA membuka hubungan diplomatik sebagai "hari yang bersejarah". (Net)

Salah satu spanduk bertuliskan "Balfour ada di tangan kami" sementara yang lain menyerukan Netanyahu untuk mundur.

Sebuah spanduk lain bertuliskan sindiran kepada Netanyahu dengan menyebutnya "Menteri Kejahatan".

Polisi Israel mengatakan mereka menangkap tujuh pengunjuk rasa karena dicurigai melanggar ketertiban umum dan menyerang petugas polisi.

Netanyahu menolak seruan untuk mundur ketika dia diadili dan mengklaim kaum kiri dan media bertanggung jawab atas protes tersebut.

Israel disebut cukup berhasil menekan penyebaran virus corona di awal-awal pandemi.

Namun setelah sektor perekonomian dibuka, jumlah kasus virus corona di Israel langsung melonjak.

Lebih dari 100.000 orang dinyatakan terinfeksi virus corona.

Pandemi virus corona juga telah menyebabkan angka pengangguran melonjak sekitar 20 persen.

Tahun lalu, Netanyahu mendapat dakwaan penyuapan, penipuan, dan pelanggaran kepercayaan umum dalam tiga investigasi korupsi yang telah berjalan lama.

Pada Januari, persidangan akan beralih ke tahap penyampaian kesaksian dengan tiga sesi dalam sepekan.(*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aksi Protes Masih Berlanjut di Israel, Tuntut PM Benjamin Netanyahu Mundur"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved