Breaking News:

Punya Ruang Isolasii, Pondok Tahfidh Yanbu'ul Quran Dicanangkan Jadi Ponpes Tangguh Nusantara Candi

‎Pondok Tahfidh Yanbu'ul Quran Kudus menyiapkan ruang isolasi kapasitas hingga 200 orang bagi santrinya yang sakit.

Tribun Jateng/Raka F Pujangga
(Dari kiri-kanan) ?Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma, Ketua DPRD Kudus, Masan, dan Pimpinan Ponpes Tahfidh Yanbu'ul Quran, KH Ahmad Faiz, saat pencanangan Ponpes Nusantara Tangguh Candi, di Kabupaten Kudus, Senin (24/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - ‎Pondok Tahfidh Yanbu'ul Quran Kabupaten Kudus telah menyiapkan ruang isolasi berkapasitas hingga 200 orang bagi santrinya yang sakit.

Pimpinan Ponpes Tahfidh Yanbu'ul Quran, KH Ahmad Faiz menyampaikan, telah memperhatikan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona di lingkungan pondok pesantren (Ponpes).

Sejak bulan Juli 2020 lalu, pihaknya telah melakukan skrining bagi santrinya yang datang dibatasi maksimal 40 orang per hari.

Kemudian mereka harus membawa masker kain sehingga bisa dipakai berulangkali minimal‎ 20 buah.

"‎Semua santri dites rapid di klinik, yang hasil tesnya non reaktif boleh masuk ke dalam. Jika reaktif maka mereka pulang ke rumah," ujar dia, saat pencanangan ponpes tangguh nusantara candi di pondoknya, Senin (24/8/2020).

Dia menambahkan, pihaknya juga telah menyiapkan tempat isolasi di bangunan yang terpisah.

Santri yang sakit‎, kata dia, ditempatkan di ruangan isolasi tersebut agar tidak menularkan teman-temannya. "Ruangan isolasi ini juga diberi sekat," ujar dia.

Setiap santri yang sudah masuk, tidak diperkenankan untuk kembali pulang ke rumahnya minimal selama setahun. Sebenarnya ‎setiap santri bisa menerima kunjungan dari keluarganya, namun ditiadakan selama masa pandemi ini.

"Sebulan sekali boleh menerima kunjungan dari keluarganya. Tapi ‎selama pandemi ini ditiadakan," ujarnya.

Pihaknya memperhatikan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah karena banyak santri yang juga datang dari luar kota.

"Dari total 860 santri di sini, 50 persennya dari luar kota. Ada juga satu orang santri dari luar negeri," jelas dia.

Sementara itu, Kapolres Kudus, AKBP Aditya Surya Dharma menyampaikan, ‎Pondok Tahfidh Yanbu'ul Quran Kudus dinilai mampu menerapkan protokol kesehatan yang baik.

Pihaknya mengapresiasi pondok pesantren yang memperhatikan protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Harapannya pondok pesantren lainnya bisa meniru dan menjadikan contoh Ponpes ini dalam menerapkan protokol kesehatan," ujarnya.‎ (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: sujarwo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved