Minggu, 26 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Blora

Detik-detik Kawah Oro-oro Kesongo di Blora Meletus

Kawah lumpur panas Kesongo di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora

Penulis: Rifqi Gozali | Editor: galih permadi
Instagram/@bloraupdates
Viral video Kawah Oro-oro Kesongo di Blora semburkan lumpur dan gas 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Kawah lumpur panas Kesongo di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Randublatung, Desa Gabusan, Kecamatan Jati, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menyembur dashyat, Kamis (27/8) pagi.

Meletusnya lumpur di Petak 141 RPH Padas BKPH Trembes tersebut bahkan getarannya terasa hingga radius 1 kilometer.

Kawasan Kesongo sendiri adalah keunikan fenomena alam setempat berupa hamparan tanah luas yang terkadang muncul semburan lumpur menyerupai fenomena Bledug Kuwu di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan.

Innalillahi Wa Innailaihi Rojiun, 1 Warga Temanggung Tewas Kecelakaan Tertimbun Pasir di Yogyakarta

Begini Cara Melacak HP Samsung yang Hilang Terjatuh atau Dicuri

2 Singa Putih Terkam Hingga Tewaskan Pria yang Merawatnya Sejak Kecil

Janda Muda Siram Ibunya Pakai Air Panas Gara-gara Tak Direstui Kembali ke Mantan Suami

Anggota Polhut di RPH Padas Agus Rimbawanto mengatakan, semburan Kesongo kali ini cukup dahsyat mencapai setinggi belasan meter.

Dia bahkan merasakan gemuruh bermenit-menit meski saat itu berada sekitar 1 kilometer dari lokasi semburan.

"Getaran terasa hingga 1 kilometer. Saya sampai kaget," kata Agus saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/8).

Dijelaskan Agus, semburan lumpur di Kesongo kali ini tidak seperti biasanya yang umumnya hanya berwujud letupan-letupan kecil.

"Jadi sejak pagi hingga siang masih menyembur dan banyak warga yang ketakutan," kata Agus.

Sementara itu, Supriyanto (36), warga setempat, menyampaikan, getaran dari semburan lumpur kali ini terasa hingga di permukiman. "Kami kaget tak seperti biasanya semburan kesongo sedahsyat ini," kata Supriyanto.

Kepala Desa Gabusan, Parsidi, menambahkan, semburan lumpur Kesongo kali pertama muncul pada pagi sekitar pukul 05.30 WIB, dengan bunyi dentuman yang memekakkan telinga.

"Ini yang paling tinggi semburannya dan keras suara dentumannya. Pertama semburan hingga belasan meter dan kemudian mereda," kata Parsidi.

Babinsa Gabusan Serka Jatmiko menyampaikan, dalam peristiwa itu empat orang warga Desa Gabusan dilaporkan keracunan.

Mereka diduga keracunan akibat menghirup gas dari semburan lumpur Kesongo saat sedang menggembala kerbau di dekat lokasi semburan.

"Empat warga, Marno, Sukimin, Kadis, dan Warino diduga keracunan gas dan dilarikan ke puskesmas terdekat," kata Jatmiko.

Tak hanya itu, sambung dia, sebanyak 19 ekor kerbau milik warga juga dilaporkan terjebak hingga terkubur lumpur Kesongo. Saat kejadian, belasan ekor kerbau tengah digembalakan di dekat lokasi semburan lumpur Kesongo.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved