Perempuan Pelaku Bom Bunuh Diri di Filipina Bukan WNI
Pelaku bom bunuh diri adalah dua orang wanita. Kedua pelaku menurut informasi tersebut diidentifikasi sebagai warga lokal Filipina.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi menegaskan pelaku bom bunuh diri di Jolo, Filipina bukan warga negara Indonesia (WNI). Hal itu berdasarkan informasi terakhir yang diperoleh Kemlu RI dari Kepala Komando Mindanao Barat, atau Western Mindanao Command (Westmincom) Filipina.
“Pelaku bom bunuh diri adalah dua orang wanita. Kedua pelaku menurut informasi tersebut diidentifikasi sebagai warga lokal (Filipina-Red),” katanya, dalam konferensi pers dengan media, Kamis (27/8).
Informasi dari Westmincom, pelaku pertama diidentifikasi sebagai istri pelaku pembom bunuh diri di Jolo pada Juni 2019 lalu. Sedangkan pelaku kedua diidentifikasi sebagai istri dari seorang anggota Abu Sayyaf, dan keduanya merupakan warga Filipina.
Peristiwa peledakan di Jolo, Filipina pada Senin (24/8) lalu, menyebabkan 14 korban jiwa dan puluhan orang luka-luka. Pemerintah Indonesia, melalui KBRI Manila dan KJRI Davao dikatakan Retno terus berkoordinasi dengan otoritas Filipina, dan memantau perkembangan peristiwa itu dengan seksama.
“Sesuai dengan informasi yang kami terima sampai saat ini tidak ada WNI yang menjadi korban jiwa dalam kedua peristiwa ledakan tersebut,” papar Menlu.
Menurut dia, otoritas setempat masih terus melakukan investigasi dan identifikasi lebih lanjut. “Kami akan terus lakukan koordinasi dengan mereka,” ujarnya.
Direktur Institut Penelitian Perdamaian, Kekerasan dan Terorisme Filipina, Rommel Banlaoi menduga, Nanah adalah putri dari pasangan suami istri, pelaku bom bunuh diri asal Indonesia yang menyerang gereja Katedral Jolo pada Januari 2019.
"Salah satu perempuan, pembom bunuh diri yang kami curigai dapat melakukan serangan semacam itu adalah putri dari orang Indonesia yang bertanggung jawab atas pemboman bunuh diri Katedral Jolo," tuturnya, dilansir ABS-CBN News, Rabu (26/8) lalu.
Kepala Staf Angkatan Darat Militer Filipina, Letnan Jenderal Cirilito Sobejana mengungkapkan, pelaku bom bunuh diri adalah dua perempuan yang merupakan militan ISIS di Filipina.
Dilansir dari media lokal ABS-CBN News, Cirilio Sobejana menyebut, perempuan asal Indonesia itu adalah janda dari teroris Norman Lasuca, seorang warga negara Filipina yang meledakkan diri di Kota Indanan pada Juni 2019 dan menewaskan enam orang. "Satu lainnya adalah istri warga Filipina Abu Dalha, seorang subleader dari unit Abu Sayyaf," jelasnya.
Letjen Cirilito Sobejana mengidentifikasi dua wanita itu dikenal sebagai Nanh (Nanah) dan Indah Nay. Nanah adalah janda dari Norman Lasuca, warga Filipina pertama yang menjadi pelaku bom bunuh diri. Sementara Indah Nay, istri pemimpin unit Abu Sayyaf, Talha Jumsah alias Abu Talha, mantan penghubung (ISIS). (tribun network)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/bom-filipina.jpg)