Breaking News:

Berita Kudus

Warga Kudus Bisa Adukan Keluhan Lewat Aplikasi Simponi Online Kudus

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meluncurkan Sistem Manajemen Pengaduan Online Interaktif (Simponi), di Command Centre, Kamis (27/8/2020).

Istimewa
Plt Bupati Kudus HM Hartopo bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Kholid Seif , secara simbolis meluncurkan Sistem Manajemen Pengaduan Online Interaktif (Simponi), di Command Centre Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus meluncurkan Sistem Manajemen Pengaduan Online Interaktif (Simponi), di Command Centre, Kamis (27/8/2020).

Aplikasi tersebut bisa digunakan warga untuk melaporkan berbagai keluhan terkait layanan publik di Kudus.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kudus, Kholid Seif mengatakan, untuk keluhan dalam aplikasi ini tak diharuskan melakukan registrasi terlebih dahulu.

Warga hanya perlu mengisi form-form yang tersedia dalam aplikasi untuk mengadukan keluhan terkait pelayanan publik yang dialami.

"Keluhan pelayanan publik, tentang parkir, pungli, hingga layanan kepolisian. Masih ada banyak lagi keluhan yang bisa diajukan oleh masyarakat melalui Simponi Online," katanya.

Masyarakat bisa mengunduh aplikasi tersebut melalui Playstore. Di dalamnya terdapat 39 menu pengaduan yang bisa dipilih.

Setiap pengduan harus disertakan foto yang bisa diunggah langsung melalui kamera ponsel.

"Untuk responnya dari kami lakukan secepatnya. Namun jika berkaitan dengan OPD terkait, tergantung standar dari OPD," ujarnya.

Dia menyebut, jika ada pengaduan di luar pelayanan publik atau pengaduan di luar kewenangan Kabupaten Kudus, maka disiapkan admin untuk memberikan keterangan.

"Aplikasi itu membuat kami bisa memantau semua aduan. Jadi masyarakat yang mengajukan pengaduan layanan publik akan lebih cepat," imbuhnya.

Sementara itu, Plt Bupati Kudus HM Hartopo mengapresiasi layanan online terkait keluhan pengaduan publik itu

Namun pihaknya masih mengevaluasi layanan Simponi tersebut untuk penyempurnaa, karena di dalamnya belum ada layanan PLN dan perbankan.

"Untuk tahap awal sudah sangat bagus, tapi masih butuh penyempurnaan lagi. Segera kami instruksikan untuk menambahkan hal – hal yang merupakan skala prioritas yang belum ada di Simponi," ujar dia.

Dia berharap, keberadaan aplikasi itu dapat meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

"Aplikasi ini bisa sebagai langkah meningkatkan pelayanan publik untuk masyarakat Kudus agar bisa ditindakanjuti," jelasnya.‎ (raf)

Penulis: raka f pujangga
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved