Breaking News:

Menteri Teten Dorong Korban PHK Jadi Pedagang Online

Menkop UKM, Teten Masduki meminta para pelaku UMKM untuk segera terjun ke pasar digital dan mau manfaatkan platform digital.

KOMPAS.com- BUDIYANTO
Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM), Teten Masduki meminta para pelaku UMKM untuk segera terjun ke pasar digital dan mau manfaatkan platform digital.

Terkait dengan hal itu, menurut dia, pemerintah pun telah hadir memberikan berbagai pelatihan mengenai pasar digital kepada UMKM dan masyarakat yang terpukul pandemi.

"Kami melakukan berbagai pelatihan-pelatihan ini untuk mendorong mereka biar tetap membuka usaha, sekalipun di dunia online. Mereka yang baru terkena PHK kami dorong untuk menjadi reseller atau online marketer. Dengan begitu mereka bisa kembali mendapatkan pendapatan," katanya, dalam acara Karya Kreatif Indonesia yang disiarkan secara virtual, Minggu (30/8).

Di Kemenkop, Teten mengatakan, telah diselenggarakan beberapa program pelatihan. Seperti program Kakak Asuh UMKM, di mana para pelaku UMKM diberikan materi mengenai cara bertahan dan berjualan di platform e-commerce.

Selain itu juga telah meluncurkan website khusus, yaitu edukukm.id, yang merupakan wadah e-learning atau pelatihan daring secara gratis yang bisa diakses oleh pelaku UMKM.

Menurut dia, hal itu sebagai upaya pemerintah untuk mendorong UMKM masuk ke pasar digital, mengingat platform itu memungkinkan UMKM menjalankan usaha tanpa harus ke luar rumah di tengah pandemi.

"Kita tahulah sejak ada pandemi banyak yang belanja di digital. Di e-commerce itu rata-rata mengalami kenaikan transaksi sebesar 26 persen dengan 3,1 juta pelaku yang bertransaksi per hari. Artinya, apabila pelaku UMKM bisa terjun ke digital, market bisa mendapatkan banyak pelanggan," paparnya.

Teten mengakui, untuk terjun ke pasar digital UMKM menghadapi berbagai tantangan. "Bukan sekadar hadir di platform digital, tapi perlu juga kita perhatikan masalah suistainable mereka di digital market, karena harus memiliki kompetisi, harus memiliki stok yang banyak, dan banyak lainnya," terang dia. (Kompas.com/Elsa Catriana)

Editor: Vito
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved