Berita Wisata
Kisah Van De Jong, Sosok Modernisasi Perkebunan Teh Kaligua Brebes
Agrowisata tersebut adalah Perkebunan Teh Kaligua yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX atau sering disebut PTPN 9. Lokasinya berada di Desa P
Penulis: Fajar Bahruddin Achmad | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Udara sejuk seketika membuat rambut-rambut pendek halus di bagian tengkuk berdiri.
Segarnya udara yang jauh dari polusi asap pabrik dan padatnya lalu lalang kendaraan, masih dapat dirasakan oleh hidung.
Kedua bola mata juga ikut dimanjakan dengan hijaunya hamparan perkebunan teh.
Suasana asri itu berada di daerah selatan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Perkebunan teh yang memiliki luas sekira 640 haktare dengan ketinggian 1.500- 2.000 meter di atas permukaan laut.
Agrowisata tersebut adalah Perkebunan Teh Kaligua yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IX atau sering disebut PTPN 9. Lokasinya berada di Desa Pandansari, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.
Namun siapa yang menyangka, di balik kemegahan Perkebunan Teh Kaligua, ada sosok berjasa yang melakukan modernisasi di masa penjajahan.

Dia adalah Van De Jong.
Warga berkebangsaan Belanda yang menganggap pekerja pemetik teh di area perkebunan sebagai keluarga. Dia juga dikenal sebagai sosok yang mencintai kebudayaan Jawa.
Sejarawan, Wijanarto mengatakan, keberadaan perkebunan teh di Kaligua cukup tua, sekira 1889. Secara historis, Van De Jong menjadi sosok yang memodernisasikan Perkebunan Teh Kaligua.
Ia menjelaskan, Van De Jong adalah garis kedua yang mengelola perkebunan teh di Kaligua.
Sebelumnya perkebunan teh dikelola oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Menurut Wijanarto, pihak swasta seperti Van De Jong, bisa mengelola perkebunan seusai lahirnya regulasi pada 1870.
Van De Jong membeli Perkebunan Teh Kaligua yang saat itu bernama Van John Pletnue & Co, pada 1901.
“Mulanya pemerintah yang menjajah (red, Belanda), saat itu memonopoli perkebunan, baik penanaman maupun kepemilikan. Tapi kemudian ada desakan dari kelompok liberal yang juga ingin mengelola kekayaan aset tanah di Hindia Belanda,” kata Wijanarto kepada trbunjateng.com. Jumat (28/8/2020).
Wijanarto mengatakan, masyarakat setempat mengenal Van De Jong sebagai orang yang mencintai kebudayaan Jawa. Dia dikenal suka dengan hal klenik, seperti keris.