Breaking News:

Berita Pekalongan

Polisi Tetapkan 11 Tersangka Insiden di Bentrokan Warga VS Ormas di Pekalongan

Polres Pekalongan Kota menetapkan 11 tersangka dalam insiden anarkis yang terjadi di Kramatsari, Kecamatan Pekalongan Barat.

TRIBUNJATENG.COM, PEKALONGAN - Polres Pekalongan Kota menetapkan 11 tersangka dalam insiden anarkis yang terjadi di Kramatsari, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada Sabtu (29/8/2020) malam.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez mengatakan, kronologi bermula dari adanya puluhan orang dari simpatisan ormas yang membubarkan paksa kegiatan orgen tunggal dalam rangka Agustusan di Kramatsari pada Sabtu (29/8/2020) malam.

"Bentrokan terjadi pada hari Sabtu malam sekitar pukul 23.00 WIB hingga menjelang Minggu (30/8/2020) pagi. Kejadian ini terjadi, karena ada beberapa oknum ormas menyerang dan membubarkan kegiatan warga. Oknum ormas tersebut merasa terganggu dengan aktivitas organ tunggal yang diselenggarakan oleh warga."

"Saat warga yang sudah selesai kegiatan organ tunggal, tiba tiba beberapa oknum ormas menyerang warga dengan membawa potongan bambu untuk membubarkan organ tunggal dan dari warga yang berada di lokasi memberikan perlawanan hingga terjadi bentrokan," kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Egy Andrian Suez saat dihubungi Tribunjateng.com, Senin (31/8/2020).

Jose Mourinho Datangkan Pemain Paling Dibenci ke Tottenham Hotspurs

Apa Itu Happy Hypoxia Gejala Baru Virus Corona? Ini Jawaban Dokter Moniq

Menteri Nadiem Makarim Minta Maaf ke Siesca Siswi SD Magelang, Ada Apa?

Hendi Sebut Ada 5 Kendala Pelaksanaan Pembelajaran Jarak Jauh di Kota Semarang

Dari hasil penyidikan, Kapolres mengungkapkan pihaknya mengevakuasi 22 oknum ormas.

Selanjutnya, mereka dibawa ke Polres untuk diperiksa. Sedangkan puluhan korban dari kedua belah pihak yang mengalami luka-luka dilakukan visum.

"Dalam waktu kurang dari 24 jam, kami berhasil mengamankan 22 orang pelaku. Kemudian, 11 orang di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sisanya masih saksi."

"Namun tidak menutup kemungkinan, status saksi tersebut bisa menjadi tersangka," ungkapnya.

AKBP Egy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan ruang bagi ormas yang melakukan tindakan anarkis dan intoleran di wilayah Kota Pekalongan.

"Kami garis bawahi sesuai dengan instruksi Kapolda Jawa Tengah, bahwa tidak ada dari ormas maupun dari intoleran diberikan ruang di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, dan tentunya yang melakukan perbuatan melanggar hukum akan kita proses sesuai undang-undang yang berlaku," tegasnya.

AKBP Egy menambahkan, para pelaku yang sudah ditetapkan sebagai tersangka akan dijerat dengan pasal 170 subsider 335 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun 6 bulan.

Sementara itu, Komandan Kodim 0710 Pekalongan Letkol Czi Hamonangan Lumban Toruan menjelaskan kepada semua warga masyarakat agar mematuhi hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Kita hidup di dalam negara hukum, jadi sudah jelas masyarakat dan siapapun tidak diperkenankan ataupun diperbolehkan untuk melaksanakan kegiatan anarkis maupun main hakim sendiri," jelasnya Letkol Czi Hamonangan.

Lanjut Dandim, kalau memang di suatu wilayah ada kegiatan yang mungkin meresahkan masyarakat, pihaknya mengimbau agar melaporkan kepada pihak berwenang, jadi jangan sampai terjadi tindakan main hakim sendiri.

"Kejadian yang terjadi Sabtu malam kemarin, menjadi pelajaran bagi kita sebagai masyarakat khususnya warga Kota Pekalongan agar kita lebih tertib hukum dan saling menghargai satu sama lain lagi," imbaunya. (Dro)

Sekdes Purwosari Perkarakan Pendemo Rusak Fasilitas Desa ke Polres Kendal

Mawapres UNS Solo Lolos ke Final Pilmapres Nasional

Kumpulkan Uang Koin dalam Galon, Pria Demak Ini Beli Honda Scoopy Tunai

PKBI Jateng Latih Relawan Remaja untuk Dampingi Lembaga Pembinaan Khusus Anak

 

TONTON JUGA DAN SUBSCRIBE :

 

Penulis: Indra Dwi Purnomo
Editor: Daniel Ari Purnomo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved