PM Mustapha Adib Ajak Rakyat Pulihkan Lebanon
Mustapha Adib, mantan Dubes Lebanon untuk Jerman, ditunjuk sebagai perdana menteri (PM) yang baru, menempati jabatan yang ditinggalkan Hassan Diab.
TRIBUNJATENG.COM, BEIRUT - Seorang diplomat telah dipilih untuk membentuk pemerintahan baru di Lebanon, sekitar satu bulan setelah terjadi kekacauan akibat ledakan di Beirut pada 4 Agustus 2020 lalu.
Mustapha Adib, mantan Dubes Lebanon untuk Jerman, ditunjuk sebagai perdana menteri (PM) yang baru, menempati jabatan yang ditinggalkan Hassan Diab.
Sky News mengabarkan, ia memenangkan dukungan politik dengan meraih 90 dari 128 suara di parlemen, pada Senin (31/8). Pemungutan suara diadakan di istana presiden di Baabda, Beirut, sebagaimana dilansir dari Yeni Safak.
Politikus 48 tahun itu segera menyerukan pembentukan pemerintahan baru dalam waktu singkat. Ia juga menuntut reformasi cepat sebagai cara untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat Lebanon dan internasional.
Dalam konferensi pers pertamanya sebagai PM, ia mengajak seluruh rakyat Lebanon untuk memulihkan negara tersebut.
"Tidak ada waktu untuk kata-kata, janji, dan keinginan, tetapi untuk bekerja sama dengan semua orang demi pemulihan negara kita karena perhatian besar bagi semua (rakyat) Lebanon," katanya.
Adib berjanji akan membentuk pemerintahan yang berisi orang-orang berkompeten untuk menangani Lebanon yang sedang dilanda krisis.
Ia mengatakan, akan membentuk kabinet ahli dan bekerja dengan parlemen untuk menempatkan negara pada jalur perbaikan dan untuk mengakhiri drainase keuangan, ekonomi dan sosial yang berbahaya.
"Kesempatan bagi negara kecil kita dan misi yang saya terima didasarkan pada semua kekuatan politik yang mengakui itu."
Adib berasal dari kota Tripoli, Lebanon utara. Ia merupakan doktor hukum dan ilmu politik. Pada 2000, dia menjabat sebagai penasihat dan direktur di kantor PM Najib Mikati, sampai ia diangkat menjadi Dubes Lebanon untuk Jerman pada Juli 2013.
Pada Minggu (30/8), sejumlah mantan PM seperti Mikati, Tamam Salam, Saad Hariri, dan Fouad Siniora, mengumumkan pencalonan Adib sebagai PM berikutnya. Dukungan dari para mantan PM itu membuatnya menjadi favorit, dan memenangkan pemilihan suara.
Adapun, sedikitnya 190 orang tewas dan 6.000 orang lain luka-luka dalam ledakan di Beirut pada 4 Agustus lalu. Ledakan itu menyebabkan kerusakan luas di kawasan pemukiman dan komersial di ibu kota. PM Hassan Diab dan seluruh pemerintahannya mengundurkan diri kurang dari seminggu kemudian. (Tribunnews/Kompas.com)