Senin, 18 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Vino Desak Pemerintah Buka Praktik SMK Secara Tatap Muka, Ini Alasannya

Para pelajar SMK mendesak agar praktik segera dibuka, karena tak bisa maksimal jika praktik diberikan secara daring.

Tayang:
Penulis: budi susanto | Editor: sujarwo
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Seorang pengajar berjalan di halaman SMKN 7 Semarang menuju ruang guru, beberapa waktu lalu. 

SEMARANG, TRIBUN - Beberapa waktu lalu, Kemendikbud, Kemenag, Kemenkes, dan Kemendagri, melakukan revisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri, terkait pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

Keputusan bersama itu berisi panduan penyelenggara pembelajaran tahun akademik 2020/2021 di tengah pandemi.

Dalam revisi SKB poin XI, pembelajaran praktik bagi peserta didik SMK/MAK pada zona oranye dan merah sedapat mungkin dilaksanakan dengan pembelajaran jarak jauh.

Namun apabila diperlukan, pembelajaran praktik di laboratorium, studio, bengkel, dan tempat pembelajaran praktik lainnya, diperbolehkan dengan wajib menerapkan protokol kesehatan.

Hal tersebut direspon sejumlah sekolah SMK di Kota Semarang. Pasalnya praktik menjadi materi wajib untuk siswa SMK.

Beberapa satuan pendidikan juga tengah mengajukan izin ke Disdikbud Provinsi Jateng, sementara lainya sudah terlebih dahulu melaksanakan praktik.

Sedangkan para pelajar SMK mendesak agar praktik segera dibuka, karena para pelajar tak bisa menyerap ilmu secara maksimal jika praktik diberikan secara daring.

Diterangkan Vino Prasetyo, siswa Kelas XI di SMKN 4 Semarang, jurusan listrik, materi praktik yang diberikan lewat daring, membuatnya tak bisa menyerap ilmu secara maksimal.

"Biasanya dilakukan secara tatap muka, di mana ada bahan praktiknya lengkap dengan peralatan pendukung, dan langsung mengerjakan, dan saya juga merasa lebih paham," paparnya, Kamis (3/9).

Karena materi hanya berupa audio visual, dan tak jarang materi diberikan dalam bentuk artikel, Vino mengaku hanya bisa membayangkan sejumlah peralatan listrik yang biasanya ia pengang.

"Tentunya enak secara langsung, namun hingga kini belum ada kabar kalau sekolah akan membuka praktik secara langsung," ujarnya.

Ia menuturkan, terakhir mengikuti materi praktik Maret lalu, hingga kini hanya materi diberikan secara online.

"Ya pastinya rindu mengikuti materi praktik tatap muka. Karena kalau belajar dirumah peralatan saya tidak lengkap," jelasnya.

Merespon diperbolehkannya SMK membuka praktik secara tatap muka yang tertuang dalam revisi SKB empat menteri yang dikeluarkan Agustus lalu, SMKN 7 Semarang segera menyusun persyaratan untuk diajukan ke dinas terkait.

"Kami sedang menyusun persyaratan yang akan diajukan ke cabang dinas untuk mendapatkan rekomendasi terkait kelayakan sekolah kami menggelar praktik di tengah pandemi Covid-19," jelas Samiran, Kepala SMKN 7.

Dilanjutkannya, persyaratan yang disusun berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan pembukaan praktik tatap muka yang tertuang di SKB empat menteri.

"Yang ikut praktik nantinya dibatasi hanya separuh jumlah siswa. Jam juga akan kami padatkan," ucapnya.

Jika di SMKN 7 Semarang tengah mengajukan persyaratan untuk mendapatkan izin, SMK Lembaga Pendidikan Indonesia (LPI) Semarang, sudah membuka praktik secara tatap muka.

Dikatakan Anisa Riski Ratnasari, pengajar di SMK LPI Semarang, SMK LPI sudah membuka materi praktik sejak Senin (31/8) lalu.

"Kami menerapkan sistem giliran dalam praktik, dan yang boleh mengikuti materi hanya 12 siswa," paparnya.

Ia menjelaskan, pembukaan materi praktik itu hanya bertahan selama tiga hari, karena grafik Covid-19 di Kota Semarang naik. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved